SURABAYA – Di negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, industri fashion syariah seperti hijab dan busana muslim lain sangat potensial. Peluang itu dibaca dengan cerdik oleh Chalid Buhari.
Dia membangun bisnis hijab fashion dengan menggandeng generasi muda. Pangsa pasarnya tak hanya di dalam, tapi juga merambah hingga ke luar negeri.
Nama Chalid Buhari mungkin tak asing bagi para pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya.
Ia pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) yang saat ini menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semasa Wali Kota Tri Rismaharini.
Namun, ia kemudian memutuskan untuk pensiun dini dan memilih untuk membangun bisnis di bidang konveksi hijab.
Menariknya, ia mempekerjakan generasi muda, terutama mahasiswa yang memiliki potensi dengan disiplin ilmu masing-masing.
Bahkan usahanya yang dia kembangkan secara business to business (b to b) itu sudah menghasilkan ratusan order dari dalam negeri dan akan merambah ke luar negeri.
Chalid mempresentasikan bisnisnya itu di hadapan mahasiswa dari berbagai negara di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kemarin.
Baginya, dengan mengenalkan kepada generasi muda lintas negara, hal ini sebagai bentuk memperlihatkan kekuatan besar yang dimiliki oleh sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
"Kita punya kekuatan potensi, baik konsumen dan keahlian kita tunjukkan kepada negara lain. Sehingga perekonomian kita kembangkan secara cepat dengan teknologi dan tidak harus biaya mahal, tetapi kolaborasi," ujar Chalid, Senin (4/12).
Perusahaan bisnis yang ia namai Premori Retail itu tak hanya bergerak dalam penyedia brand untuk hijab saja, namun juga kain untuk busana muslim. Ada sebanyak 10 mahasiswa yang bekerja secara part time maupun full time.
"Dengan mempekerjakan mahasiswa karena punya kompetensi di bidangnya dan sekaligus bisa mempraktekkan ilmu yang didapat dari kampus," terangnya.
Sebagai supplier hijab fashion, produk yang dipasarkan beda dengan lainnya. Dengan 300 perusahaan hasil dari sentuhannya itu sejak 2022, membuatnya semakin bersemangat untuk terus merambah ke dunia bisnis.
Bahkan saat memberikan kuliah dihadapan mahasiswa, ia mengaku mendapatkan tawaran dari Selangor, Malaysia. Oleh karena itu, ia berharap ke depan bisa memenuhi kebutuhan hijab dengan fashion kearifan lokal.
"Kami berusaha untuk memenuhi pasar dengan brand desain dan packaging yang kami ciptakan sesuai dengan selera konsumen. Melihat ke depan, kami yakin bisa menggiatkan ekonomi di tanah air," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto