SURABAYA - UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus kembali meraih penghargaan. Usai menorehkan prestasi pada Great Expo, K-UKM Expo, Bali Interfood, dan Jatim Fest, UMKM ini naik panggung lagi dengan meraih penghargaan sebagai stand terbaik pada Batik Fashion Fair (BFF) yang diselenggarakan tanggal 15-19 November lalu.
Di ajang yang merupakan seri dari Batik Bordir Aksesoris Fair ini, Pertamina mengenalkan empat UMKM binaan unggulannya. Yakni Batik Sumber Arafat, Shine Polaris, Zana Batik Madura, dan CV Berkah.
“BFF menjadi ajang bagi para UMKM untuk memperkenalkan produknya. Apalagi seperti kita tahu, UMKM adalah salah satu sektor penting penunjang ekonomi Jatim. Terlebih kondisi makro ekonomi Jatim juga ditentukan oleh supply five yang salah satunya adalah perdagangan/UMKM,” ucap Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Emil Dardak.
Diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Ir. Iwan tak kurang 150 peserta ambil bagian menempati 120 stand pada BFF.
Sementara itu, pemilik Shine Polaris, Siti Masroah mengungkapkan model pemilihan mitra binaan yang ikut pameran dilakukan secara bergiliran.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah diberi kesempatan mengikuti skala pameran yang terus berkembang dari lokal ke regional,” ujarnya.
Secara terpisah di hari dan tempat yang sama Pertamina juga melaksanakan pagelaran busana kolaborasi dengan Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) Jatim.
Dihadiri oleh Rini Indriyani Eri Cahyadi, kegiatan ini diisi dengan pagelaran busana, pameran produk UMKM, serta lomba fashion anak dan gelas karya disabilitas Rumah Anak Prestasi Kota Surabaya.
Kegiatan bersama disabilitas diinisiasi oleh Pertamina guna mendorong kampanye inklusifitas dalam produktivitas di mana karya disabilitas Rumah Anak Prestasi didorong ke dunia pasar melalui wadah pameran dan event yang diselenggarakan.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menuturkan, program pembinaan UMKM Pertamina dirancang secara holistik.
“Tidak hanya membesarkan UMKM itu sendiri namun UMKM dirangsang untuk memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar salah satunya dalam hal inklusivitas,” ujar Ahad.
Ahad menambahkan prestasi yang diraih ini dapat memacu pihaknya untuk terus menghadirkan yang lebih baik lagi untuk UMKM binaan yang tentunya menjadi penopang roda perekonomian daerah.
“Kami juga ingin mengenalkan karya disabilitas di pasar akan terus jadi komitmen kita untuk membuka iklim inklusivitas dalam berusaha,” tutup Ahad. (rul/jay)
Editor : Jay Wijayanto