MALANG - Perkembangan teknologi AI (artificial intelligence) yang begitu cepat bukan menjadi ancaman bagi pelaku usaha kreatif. Justru sebaliknya pelaku usaha harus bisa memanfaatkan teknologi AI untuk memaksimalkan hasil usaha.
Hal itu dikatakan Asandra Salsabila, Konsultan Data saat berbicara dalam Diskusi Industri Kreatif dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 54-55, tanggal 17 November 2023 di hotel Aria Gajayana, Malang.
Menurut konsultan data milenial ini, meskipun teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk mengambil konten pelaku ekonomi kreatif, namun hal itu jangan menjadikan AI sebagai ancaman.
“Sebaliknya AI harus dipelajari. Sehingga AI bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan pekerjaan. Tidak hanya e-kraft, namun juga media. Misalnya sebagai software house, data management dan agensi AI model,” kata Asandra, Jumat (17/11).
Dikatakan, perkembangan teknologi memang keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Sebab itu, AI hendaknya bisa djadikan sebagai salah satu tool untuk mendorong pertumbuhan e-kraft.
“Kami yakin dengan SDM yang ada di Malang dan banyak anak muda yang semakin familiar dengan teknologi, industri kreatif di Malang bisa semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi AI, big data dan data analytic," katanya.
Bukan hanya itu, AI juga dipakai oleh kalangan media. Lewat aplikasi Chat GPT misalnya, bisa dipakai untuk membikin rilis atau berita.
Dia berharap ke depan ada regulasi yang mengatur agar AI tidak bisa mengambil data orang di google.
“Tapi AI tetap bisa digunakan untuk pekerjaan kita sendiri dengan mengambil data base yang kita miliki,” tutup Asandra. (fix/jay)
Editor : Jay Wijayanto