SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Timur (PLN UP2D Jatim) yang merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan pengaturan pendistribusian tenaga listrik sampai ke pelanggan.
Mengingat hal tersebut dan menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka PLN UP2D Jatim mengadakan simulasi tanggap keadaan darurat ancaman bom dan terorisme yang melibatkan seluruh pegawai dan 50 orang personil satuan pengamanan (security) di lingkungan PLN UP2D Jatim dan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur (PLN UID Jatim).
Simulasi ini bekerja sama dengan Satuan Brimob POLDA Jatim yang berjumlah 25 personil dan perwakilan Polsek Genteng serta Koramil Embong Kedondong.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan juga pelatihan penggunaan hydrant oleh Tim Tanggap Keadaan Darurat (Tim TKD) PT PLN UID Jatim.
Pelaksanaan simulasi dimulai dengan adanya lima orang tak dikenal yang menjadi terduga teroris mendatangi PLN UID Jatim dan menyampaikan maksud untuk bertemu dengan Pejabat Pelaksana Pengadaan PLN UP2D Jatim.
Setelah dipersilahkan masuk, kelima tamu tersebut menuju ke kantor PLN UP2D Jatim di Jalan Embong Wungu, Surabaya. Namun, dua orang di antara mereka memisahkan diri dari rombongan dan menuju ke arah yang berbeda.
Security yang melakukan patroli rutin mencurigai tamu yang berjalan ke luar dari daerah terbatas dan terjadilah kontak fisik antara security dengan tamu mencurigakan tersebut.
Hingga pada akhirnya tamu tersebut dapat dilumpuhkan dan diamankan ke posko security. Kemudian sesuai dengan SOP yang ada, bagian KAM PLN UID Jatim menghubungi kantor Polsek Genteng untuk dapat diproses lebih lanjut.
Sementara itu, tiga tamu lainnya yang sudah berada di lobby PLN UP2D Jatim bersama Pejabat Pelaksana Pengadaan, merasa terancam setelah mendengar laporan via HT security PLN UP2D Jatim bahwa ada satu orang tamu yang tertangkap, sehingga mereka melakukan penyanderaan terhadap pegawai PLN dan security PLN UP2D Jatim.
Pegawai dan security PLN UP2D Jatim yang disandera digunakan sebagai syarat negosiasi untuk menukar rekannya yang tertangkap dengan para sandera.
Di posko keamanan, Polsek Genteng bersama KAM PLN UID Jatim memutuskan menghubungi Pasukan Gegana Brimob Polda Jatim.
Dalam proses pembebasan sandera, terjadi baku tembak antara teroris dengan Satuan Wanteror Brimob Polda Jatim yang menyebabkan dua orang terduga teroris tewas. Tidak berselang lama terjadi ledakan bom dari lantai empat Kantor PLN UP2D Jatim yang menimbulkan kebakaran.
Tim TKD dengan sigap melakukan pemadamam kebakaran tersebut dengan menggunakan hydrant dan melakukan evakuasi terhadap korban yang timbul.
Selanjutnya, Satuan Jibom Brimob Polda Jatim melakukan penyisiran wilayah dan ditemukan adanya secondary bom dan berhasil diamankan.
Sementara itu, Manager PLN UP2D Jatim, Hendrix Reza menyampaika,n dengan adanya simulasi tersebut seluruh insan yang berada di lingkungan PLN UP2D Jatim dapat membayangkan kejadian tersebut peristiwa secara nyata, sehingga menimbulkan mawas diri terhadap hal yang mencurigakan.
“Semoga simulasi ancaman bom dan teroris tinggal menjadi sejarah adanya sebagai simulasi dan kejadian nyatanya tidak pernah terjadi,” harap Hendrix. (yad/nur)
Editor : Jay Wijayanto