SURABAYA - Meskipun kondisi ekonomi agak melambat, namun Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim masih optimis tahun ini bisnis kuliner akan tumbuh double digit. Bahkan, banyak pengusaha resto yang ekspansi di Surabaya dengan brand baru.
Menurut Fery Setiawan, Ketua Apkrindo Jatim, hingga saat ini kondisi market kuliner semakin bertumbuh. Hal ini terlihat dari makin banyaknya restoran dan kafe baru yang terus buka di Surabaya dan kota lain di Jatim.
Kondisi ini selain didorong makin membaiknya ekonomi sehingga meningkatkan daya beli masyarakat, juga karena perubahana gaya hidup masyarakat. Sehingga makan atau minum di kafe dan resto seakan menjadi habit terutama bagi kalangan muda.
“Selain itu orang juga semakin suka travelling sehingga hampir semua kota wisata selalu ramai setiap akhir pekan. Imbasnya bisnis kuliner semakin bertumbuh,” kata Fery, Kamis (26/10).
Yang menarik, kondisi ini membuat pelaku usaha kuliner juga semakin agresif melakukan ekspansi baik di dalam kota maupun ke luar kota. Beberapa brand baik lokal, nasional maupun internasional juga terus bermunculan di kota besar seperti Surabaya.
“Selain traditional food, Japanese dan Korean food juga semakin banyak yang buka di Surabaya. Bahkan western food juga mulai berkembang juga. Ada beberapa brand baru yang juga masuk ke sini,” tambahnya.
Sementara itu, Giyanto Purwakir, Operasional Manager Hurricane’s Grill dan Toby’s Estate Surabaya, menambahkan, Surabaya memiliki potensi market yang cukup besar. Sebab itu, pihaknya berani melakukan ekspansi di Kota Buaya ini.
Sebelumnya, Hurricane’s Grill yang membawa konsep makanan Gribs and Steak dari Sydney Australia ini sukses membuka cabang di Jakarta. Melihat perkembangan kota Surabaya yang begitu pesat, terutama bisnis kulinernya, akhirnya pihaknya memutuskan untuk membuka cabang di sini. (fix/jay)
Editor : Jay Wijayanto