Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

OJK Jatim Sebut Penyaluran Kredit Perbankan di Sektor Rumah Tangga Kian Meningkat

Mus Purmadani • Kamis, 26 Oktober 2023 | 17:10 WIB

 

DAYA BELI BAGUS: Per Agustus 2023 penyaluran kredit perbankan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor rumah tangga atau kredit konsumtif. (DOK RADAR SURABAYA)
DAYA BELI BAGUS: Per Agustus 2023 penyaluran kredit perbankan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor rumah tangga atau kredit konsumtif. (DOK RADAR SURABAYA)


SURABAYA - Penyaluran kredit perbankan di sektor rumah tangga atau kredit konsumtif mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 8,06 persen per Agustus 2023.

Peningkatan penyaluran kredit perbankan di sektor rumah tangga yang cukup tinggi ini menunjukkan daya beli masyarakat di Jawa Timur (Jatim) cukup bagus meskipun banyak tekanan isu perekonomian global.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Giri Tribroto Giri Tribroto.

Giri menuturkan, kredit perbankan turut mendukung perekonomian Jatim, di mana kredit rumah tangga menopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari sisi pengeluaran atau konsumsi.

Lebih lanjut Giri mengatakan, kredit perbankan di Jatim hingga Agustus 2023 mencapai Rp 554,3 triliun atau tumbuh 6,35 persen (yoy).

Secara umum, mayoritas kredit perbankan Jatim disalurkan kepada usaha-usaha produktif yang ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dengan kontribusi sebesar 53,82 persen dari total kredit perbankan.

"Dari segi golongan debitur, 39,21 persen kredit disalurkan kepada UMKM," katanya.

Dari total penyaluran kredit perbankan Rp 554,3 triliun ini disumbang oleh lima sektor ekonomi terbesar bagi pembiayaan, di antaranya rumah tangga sebesar Rp 157,7 triliun atau naik 8,06 persen (Yoy) dengan kontribusi sebesar 28,44 persen.

Disusul sektor perdagangan besar dan eceran Rp 145,3 triliun atau naik 3,57 persen (yoy) dengan share 26,20 persen.

Selanjutnya, disumbang sektor industri pengolahan Rp 112,7 triliun naik 6,32 persen (yoy) dengan kontribusi 20,33 persen, dan sektor pertanian, perburuhan, dan kehutanan sebesar Rp 39,6 triliun atau naik 6,85 persen (yoy) dengan kontribusi sebesar 7,14 persen, dan terakhir dari sektor konstruksi Rp 25,1 triliun naik 0,94 persen (Yoy) dengan share 4,53 persen.

Berdasarkan jenis bank, dari total penyaluran kredit itu disumbang oleh Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) Rp 537,7 triliun atau tumbuh 6,06 persen (yoy) dengan kontribusi 97 persen.

Sedangkan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah Rp 16,6 triliun tumbuh 16,48 persen (yoy) dengan share 3 persen.

Secara umum, tambah Giri, sepanjang 2023 ini kondisi perbankan di Jatim masih menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit dengan didukung risiko kredit yang menurun dan terjaga rendah.

"Risiko kredit juga ter-mitigasi dengan baik dengan pencadangan yang cukup sehingga rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan net perbankan pada Agustus 2023 masing-masing berada di level 3,72 persen dan 1,42 persen," pungkasnya. (mus/nur) 

Editor : Jay Wijayanto
#Rumah Tangga #kredit perbankan #OJK Regional 4 Jatim