Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jawa Timur Produsen Terbesar Gula Kristal Putih, Segini Setorannya ke Nasional

Mus Purmadani • Minggu, 15 Oktober 2023 | 03:57 WIB
SAMBUTAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)
SAMBUTAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Produksi gula kristal putih di Jawa Timur tahun 2022 mencapai 1.192.034 ton dengan luas areal 218.373 hektare (ha) dan produktivitas 5,46 ton per ha.

Hal ini memberikan kontribusi terbesar secara nasional dengan persentase 49,55 persen.

"Kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur menjadi provinsi penghasil gula tertinggi di Indonesia," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyaksikan secara langsung penandatanganan Nota Deklarasi Dukungan Bersama Pemberdayaan Petani Tebu di Pabrik Gula PT Inti Rosan Makmur Sentosa, Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (14/10).

Selain menghasilkan gula kristal putih, tebu di Jatim juga diproduksi menjadi gula merah sebanyak 79.512 ton dengan luas areal 11.674 ha dan produktivitas 6.811 kg per ha.

Produsen gula merah tersebar di Kabupaten Blitar, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Madiun, dan Tulungagung.

Produksi gula merah tertinggi di Jawa Timur berada di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung.

Hal ini juga didukung dengan produktivitas gula merah di Tulungagung tertinggi di Jawa Timur dengan angka 6.928 kg per ha per tahun.

Khofifah mengatakan, pada sektor pendanaan atau permodalan, di Jatim terdapat Program Kredit Sejahtera (Prokesra) melalui Bank UMKM Jatim.

Prokesra merupakan program kredit murah dengan suku bunga tiga persen setahun, dengan maksimal pinjaman sebesar Rp 50 juta.

"Ini bukan hanya untuk petani, atau petani tebu, tapi juga bagi para pelaku UMKM. Yang bergerak di sektor industri kreatif batik atau kriya, monggo bisa mengakses prokesra ini," katanya.

Mantan Menteri Sosial ini menyambut baik adanya penandatanganan deklarasi dukungan bersama pemberdayaan petani tebu ini.

Ia berharap, dengan adanya penandatanganan ini maka masing-masing mitra dapat saling memberikan dukungan, baik dari sisi permodalan maupun penyediaan pupuk.

Sehingga ke depan dapat menghasilkan tebu yang berkualitas dan menciptakan situasi agribisnis yang sehat, berdaya saing tinggi dan menguntungkan bagi semua pihak.

Apalagi di Kabupaten Tulungagung ini terdapat lebih dari 100 pabrik tebu yang memproduksi brown sugar.

Harga brown sugar ini sendiri bisa di atas gula kristal putih.

Sehingga brown sugar ini memiliki potensi luar biasa bila masuk ke pasar ekspor.

"Bagaimana dunia pertebuan dan dunia pergulaan ini ternyata cukup advance berkembang di Tulungagung. Sekali lagi, partnership itu kunci, sinergitas itu kunci, kolaborasi itu kunci. Kalau misalnya yang punya kebun tebu ada satu, dua atau tiga hektar kemudian terkumpul semua, programnya kira-kira akan mengelola seluas 15.000 hektar yang tersebar di bagian Blitar Selatan, Tulungagung Selatan, maupun Trenggalek. Jadi ini luar biasa sekali," katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan pabrik gula yang mengolah tebu menjadi gula batu ini kurang lebih berjumlah 176 dan tersebar di enam kecamatan.

Pabrik ini sendiri merupakan salah satu sentra produsen gula di Kabupaten Tulungagung yang memenuhi kebutuhan gula masyarakat.

"Para petani tebu sendiri di sini sangat concerned terhadap kegiatan yang memperdulikan good agricultural practice," ujarnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#gula kristal putih #pabrik gula #Jawa Timur #gula merah #kebutuhan gula nasional #produsen