SURABAYA - Menjelang tutup tahun, Pakuwon Group terus melakukan ekspansi. Kali ini raksasa properti asal Surabaya ini kembali merilis dua tower apartemen, Clayson Tower dan Lancaster Tower di Superblok, Pakuwon Indah Surabaya Barat. Selain itu juga satu tower Bella di Pakuwon City di Surabaya Timur.
Sutandi Purnomosidi, Director of Marketing Pakuwon Group, menjelaskan, hingga saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Bahkan musim pemilu yang semakin dekat dinilai akan makin banyak uang beredar sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kami yakin tahun depan kondisi ekonomi akan semakin bagus. Pemilu akan berimbas positif. Karena infonya ada dana sekitar Rp 50 triliun yang berputar di masyarakat,” kata Sutandi, Rabu (4/10).
Sebab itu, dia yakin tiga tower apartemen, Clayson Tower, Lancaster Tower dan Bella Tower akan mendapat respond bagus. Terbukti meskipun belum dipasarkan secara terbuka, namun Clayson saat ini sudah terjual sebanyak 200 unit dari total 1.300 unit dengan harga mulai Rp 600-an juta – Rp 1,6 miliar.
Sementara apartemen kelas super premium, Lancaster, yang dipaasar kan terbatas hanya 200 unit dengan harga mulai Rp 2,5 miliar per unit, hingga saat ini sudah terjual sekitar 40-an unit. Bahkan penthouse seluas 500 m2 dengan harga Rp 25 miliar sudah terjual 2 unit.
“Itu artinya masih banyak yang punya uang di Surabaya. Lancaster ini memang apartemen dengan fasilitas yang semuanya super istimewa. Ada 6 penthouse masing-masing ukuran 500 m2 dan 1 penthouse ukuran 1.000 m2,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mengembangkan beberapa proyek baru lagi di Semarang, Bali dan Batam, Jogjakarta dan Solo. Di Bali pihaknya akan mengakusisi beberapa hotel. Sedangkan di Semarang pihaknya akan membangun superblock seluas 200.000 m2.
Pihaknya juga akan mengembangkan tahap berikutnya di Casablanca dan Gandaria City di Jakarta. Sementara di Bekasi pihaknya juga akan mengembangkan superblock cukup besar. Pakuwon Group akan menjadi raja mall di Indonesia dengan leasable space saat ini 800.000 m2.
“Kami akan terus membangun. Kami ada tawaran akuisisi beberapa proyek tapi kami lihat-lihat dulu. Kami juga akan masuk ke IKN dengan membangun mall dan hotel Bintang 4 dan 5. Tanggal 4 November nanti akan mulai ground breaking dan Mei 2023 sudah mulai beroperasi,” tukasnya.
Sementara itu, Hario Utomo, General Manager Pakuwon Group, menambahkan, tower Clayson dan Lancaster dibangun di komplek Superblok Pakuwon Indah. Pembangunan akan dimulai bulan depan dan diharapkan handover akhir 2027. Saat ini disini sudah ada 14 tower dengan jumlah 11 ribu unit.
Dia yakin, kehadiran Clayson Tower dan Lancaster Tower akan disambut baik terutama bagi pembeli loyal Pakuwon Group yang jumlahnya bisa mencapai 50 pesen lebih. Untuk memacu penjualan, pihaknya mengadakan Pakuwon Group Grand Exhibition tanggal 4-8 Oktober di atrium Pakuwon Mall.
“Ini kesempatan mendapatkan hunian dengan fasilitas bintang lima di Surabaya Barat, Timur dan Pusat. Kami sediakan banyak bonus dan double Grand Prize All New Avanza dan Spekta Grand Prize Mercedes Benz. Kami optimis selama pameran ada transaksi Rp 300-350 miliar,” kata Hario.
Terkait kinerja Pakuwon Group, Fenny, Direktur Keuangan Pakuwon Group menambahkan, tahun ini cukup bagus. Hingga September, pendapatan recurring dari hotel dan mall naik 20 persen. Sementara penjualan residential di Surabaya mencapai Rp 1,3 triliun atau 70 persen dari target Rp 1,8 triliun.
“Khusus untuk PWON penjuakan sejak Januari-September sebsar rp 1,025 triliun atau 76 persen dari target Rp 1.350 triliun. Penjualan dari KPR menyumbang 60 persen. Dan sisanya dari cash dan installment,” ujar Fenny. (fix/jay)
Editor : Jay Wijayanto