SURABAYA - Warga menyerbu bapok murah. Karena Pemkot Surabaya tengah gencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Tujuannya untuk mengontrol pasokan dan harga pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanjan (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Tujuannya untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan. Targetnya adalah untuk masyarakat miskin.
“Ini adalah yang ketiga kalinya kita lakukan (Gerakan Pangan Murah), berkeliling di beberapa lokasi. Dan hari ini lokasinya di Kecamatan Karangpilang,” ujarnya, Kamis (14/9).
Dia menggelontorkan beragam jenis bapok. Antara lain, sekitar 8 ton beras medium, 0,5 ton beras premium, dan Minyakita 500 liter. Selain itu, terdapat sejumlah bapok lainnya. Terdiri cabai merah besar 250 gram 190 pack, cabai rawit merah 250 gram 500 pack, bawang merah 250 gram 500 pack, dan bawang putih 250 gram 400 pack.
Dia pun menyediakan gula pasir 1 ton, daging sapi segar serta produk daging sapi olahan 200 kilogram, daging ayam ras 100-200 ekor, telur ayam ras 200-300 kilogram dan produk daging ayam olahan sebanyak 100 pack. "Untuk beras, setiap warga diperbolehkan membeli dua sak beras dengan berat total 10 kilogram," ujarnya, Kamis (14/9).
GPM bakal digelar di beberapa lokasi. Itu sesuai dengan arahan Wali Kota Eri Cahyadi. Rencananya digelar di lima lokasi pada waktu yang bersamaan. "Jadi tiap bulan lima lokasi," ucapnya.
Sementara itu, Camat Karangpilang Kota Surabaya, Ipong Wisnoe Wardono menuturkan, GPM cukup bermanfaat untuk warganya mendapatkan bapok. Karena harga jualnya lebih murah. Menurutnya, antusiasme warganya positif menyambut program itu.
"Kami punya target sesuai arahan untuk warga miskin. Kami punya daftar nama yang perlu diprioritaskan dalam program ini. Sehingga kami yakin tepat sasaran," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto