SURABAYA - Komoditas daging ayam dan telur ayam merupakan penyumbang inflasi beberapa pekan terakhir ini. Pasalnya bahan baku pakan ternak yang harus impor dengan harga tinggi menjadi penyebab mahalnya harga dua komoditas ini. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani, Jumat (25/8).
Menurutnya data ini diperoleh setelah melakukan rapat dengan Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Menteri Dalam Negeri. "Kita masih tergantung pada bahan baku impor untuk pakan ternak yang mengandung sumber protein," katanya.
"Alhamdulillah harga telur ayam sudah mulai turun meskipun tidak terlalu signifikan karena memang biaya produksinya yang mahal, harganya bahan baku pakan yang mahal. Sehingga butuh penyesuaian atau harga baru," imbuhnya.
Diketahui dalam data Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga rata-rata daging ayam di Jawa Timur per Jumat (25/8) mengalami kenaikan menjadi adalah Rp 35.455 per kilogram (kg). Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sumenep Rp 41.000 per kg, dan terendah di Kabupaten Bondowoso Rp 32.250 per kg.
Untuk di sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini mencapai Rp 34.000 per kg hingga Rp 37.000 per kg. harga daging ayam di Pasar Genteng Rp 34.000 per kg, sedangkan di Pasar Soponyono Rp 37.000 per kg. Kemudian untuk Pasar Wonokromo, Tambahrejo, Keputran dan Pucanganom Rp 35.000 per kg.
Untuk harga telur ayam mengalami penurunan, yakni rata-rata di Jawa Timur adalah Rp 27.458 per kg. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Situbondo Rp 29.666 per kg dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Madiun Rp 26.000 per kg.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Jatim Doddy Zulverdi mengatakan, komoditas yang masih mempengaruhi inflasi Jatim di antaranya seperti telur ayam dan daging ayam. Diketahui, pada Juni, Jatim tercatat mengalami inflasi sebesar 0,10 persen yang dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas penting, seperti harga daging ayam ras yang naik 4,51 persen, dan telur ayam ras 4,43 persen. (mus/rak)
Editor : Jay Wijayanto