SURABAYA - Bank pemberi kredit pemilikan rumah (KPR) masih optimis tahun ini penyaluran KPR-nya akan tumbuh double digit. Meskipun diakui kondisi pasar masih belum sepenuhnya norma. Sementara developer semakin berhati-hati dalam merilis produknya.
Handy Weriko, Kepala Subdiv Penjualan Kredit Konsumer II BCA, menjelaskan, hingga saat ini kondisi market properti masih bagus baik di pasar primer maupun sekunder. Namun memang perlu upaya ekstra untuk mendorong agar pertumbuhan marketnya semakin signifikan.
Sebab itu, pihaknya akan melakukan kerjasama semakin intensif dengan developer. Agar setiap produk yang diluncurkan developer, BCA selalu hadir untuk memberikan pelayanan KPR-nya. Dan yang pentingnya konsumen memberikan respond semakin bagus.
“Dibanding tahun lalu booking untuk kredit primary, secondary maupun refinancing masih bagus. Masih tumbuh signifikan. Secondary masih mendominasi 70 persen,” kata Handy, Kamis (27/7).
Dia yakin target pertumbuhan double digit tahun ini akan tercapai dengan baik. Pihaknya juga akan lebih fokus untuk menggarap pasar primer. Karena peluang pasanya cukup besar. Sebab developer masih akan terus membangun sebab kebutuhan hunian tidak akan pernah berhenti.
Selain itu, pihaknya juga akan terus menambah kerjasama dengan banyak developer lagi. Namun diakui kali ini akan lebih selektif. Sehingga developer yang sudah menjalin kerjasama akan terjamin kredibilitas dan legalitasnya.
“Saat ini ada 140-an project yang kerjasama dengan kami dari beberapa developer yang sudah kredible. Jumlah ini akan terus bertambah namun kami akan lebih selektif lagi. Sehingga lebih secure bagi semuanya. Ini yang kami jaga,” tambahnya.
Hal yang sama dikatakan Meliani Tjondro, Kepala Kredit Konsumer BCA Surabaya. Menurutnya, pertumbuhan kinerja masih terjaga dengan baik hingga semester pertama tahun ini. Dia yakin, hingga akhir tahun nanti kondisnya akan tetap bertumbuh.
Untuk itu, selain terus menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis terutama para developer, pihaknya juga akan kembali mengadakan BCA Expo pada September 2023. Moment tahunan ini dia yakin akan mampu mendongkrak aplikasi kredit secara signifikan. Namun dia enggan menjelaskan lebih detail.
“Nanti saja kami jelaskan termasuk tanggal pelaksanaan dan berapa bunganya. Yang jelas BCA Expo akan kami gelar secara hybrid dan kami mulai dulu di Jakarta. Setelah itu di Surabaya,” ujarnya.
Dia mengaku, konsumen memang akan merespon bagus bila ada program menarik seperti bunga murah dengan tenor panjang misalnya 10,15 atau 20 tahun. Sebab, konsumen akan lebih muda mengatur keuangannya. Selain itu, segmen muda yang jumlahnya cukup besar juga bisa memanfaatkan.
Pihaknya akan meng-absorb semua kebutuhan konsumen. Artinya, semua kebutuhan KPR mulai harga Rp 250 juta hingga puluhan miliar akan dilayani dengan baik. Bahkan pihaknya juga aktif memberikan solusi bilamana konsumen menghadapi masalah keuanganya.
“Jadi tidak murni berpikir bisnis. Bagaimana kita bisa membangun relationship dengan baik. Itu yang kami jaga. Secara umum yang paling banyak dibutuhkan konsumen yang harganya antara Rp 1-3 miliar. Tapi untuk market middle low juga tetap kami layani,” pungkas Meliani. (fix)
Editor : Jay Wijayanto