Yaitu Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Surabaya Selatan-Kalisari dengan panjang lintasan 10,972 kms yang terdiri dari 32 tower, Gardu Induk (GI) 150 kV Kalisari Bay Couple dan Bay Line Surabaya Selatan 1 & 2, serta GI 150 KV Surabaya Selatan Bay Line Kalisari 1 & 2.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengapresiasi PLN UIP JBTB atas keberhasilannya mengerjakan energize. “Pada triwulan I 2023, Jatim bertumbuh sebesar 4,95 persen jika dibandingkan dengan triwulan I di tahun 2022. Pertumbuhan ini tentu berimbas pada kenaikan kebutuhan pasokan listrik di Jatim. Sehingga kami harap, energize juga mampu memberi dampak positif ke para pelaku perekononomian di Jatim khususnya Surabaya,” kata Wiluyo, Sabtu (27/5).
Dengan mengedepankan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), energize ketiga infrastruktur kelistrikan ini menggunakan pemakaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 74,38 persen.
Sementara itu, General Manager PLN UIP JBTB, Anang Yahmadi mengatakan keberhasilan energize merupakan hasil dari sinergitas yang baik antara PLN Group Jatim, pemerintah setempat serta seluruh stakeholder dan mitra kerja yang terlibat.
“Ketiga infrastruktur ini siap beroperasi dan diserahkan ke PLN Unit Pengusahaan segera setelah berhasil dilakukan energize. Seluruh upaya sinergitas ini sebagai bentuk upaya PLN dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” ucapnya.
Dalam setiap proyek pengerjaan infrastruktur kelistrikan, PLN selalu menurunkan personel terbaiknya sehingga dapat terselesaikan dengan zero accident. Tidak lupa juga terus memperkuat koordinasi antar semua pihak yang terkait.
“Kami yakin dengan kolaborasi PLN Group Jatim dan stakeholder, penguatan sistem kelistrikan di Jatim akan meningkat sehingga perekonomian dapat terus bertumbuh positif,” tambah Manager PLN UPP JBTB 2, David Eko Prasetyo. (*/jay) Editor : Administrator