Hermanto Tanoko, Founder & CEO Tancorp menjelaskan, saat ini pasar property semakin membaik. Hal ini imbas membaiknya ekonomi pasca pandemi. Sehingga banyak calon pembeli terutama dari kalangan professional, millennial dan mahasiswa yang tertarik membeli properti.
Karena itu, dia yakin sisa unit apertemen Kyo Society akan segera habis tahun ini. Apalagi, proses pembangunan konstruksi juga sudah selesai dengan ditandai topping-off, sehingga akan semakin menarik bagi calon konsumen.
“Kami sangat optimis tahun ini akan habis. Topping ini bukti komitmen kami pada pembeli bahwa pembangunan tepat kami lakukan meskipun ada pandemi,” ujar Hermanto, Kamis (25/5).
Menurutnya, saat ini banyak kalangan muda yang berinvestasi di property. Selain bisa dihuni sendiri juga bisa disewakan dengan rate yang tinggi. Hal ini membuat pasar proprti tetap akan berumbuh ke depan.
Apalagi, apartemen Kyo Society yang dikonsep ala Japan dan dilengkapi dengan 45 fasilitas yang akan menunjang lifestyle para penghuni yang didominasi kalangan muda. Sehingga mereka bisa melakukan berbagai aktivitas dan kolaborasi membangun start-up atau mengembangkan bisnis yang sudah ada.
“Ini apartemen dengan konsep Japan pertama di Surabaya. Sehingga akan ramai dan menarik. Jika banyak start up atau entrepreneur muda tumbuh maka perekonomian juga akan berkembang. Serahterima unit akan kami lakukan pada pertengahan tahun depan” tambahnya.
Belinda Tanoko, CEO Tanrise Property, menambahkan, apaartemen Kyo society dibangun dengan ketinggian 38 lantai. Total ada 700-an unit yang dipasarkan dari beberapa tipe yakni studio, 1 dan 2 bedroom.
Saat ini dari jumlah tersebut sudah terjual 70 persen dari dua tahap pemasaran yang dilakukan. Dan sekarang memasuki tahap ketiga atau terakhir yang akan menghabiskan sisa unit. Untuk itu pihaknya memberikan banyak kemudahan pada konsumen seperti cicilan mulaiRp 3 jutaan.
“Kyo Society bisa menjadi solusi bagi masyarakat terutama Millennials dan Gen Z dalam memenuhi hunian, serta mampu meningkatkan kualitas hidup mereka, sehingga menghasilkan ekosistem yang positif yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Belinda.
Terkait pengembangan proyek kedepan, Hemanto mengaku cukup banyak. Pihaknya mulai tahun ini hingga tiga tahun kedepan membangun hotel bintang luxury resort, Vasa di Ubud, Bali. Selain itu juga akan membangun hotel bintang lima di Benoa, Bromo dan Batu. Bahkan khsusus yang dibantu sudah disiapkan lahan 30 hektar dan tahun ini muali digarap desainnya.
“Tahun ini hingga 3 tahun kedepan cukup banyak yang akan kami kembangkan. Setiap hotel kami siapkan dana sekitar 500-600 miliar. Sementara di Surabaya dan Sidoarjo kami siapkan pengembangan residential dan pergudangan baru. Tunggu saja,” tandas Hemanto. (fix) Editor : Administrator