Event ini diselenggarakan di Sekolah Citra Berkat Surabaya dan dihadiri oleh 200 siswa-siswi SMA Citra Berkat Surabaya, 200 orang tua siswa-siswi SMA Citra Berkat Surabaya, serta 1000 pelajar SMP-SMA-SMK/sederajat se Surabaya dan sekitarnya.
Ester Christine Huliselan, S.Pd, Ketua Panitia Edufair & POE Exhibition SMA Citra Berkat mengatakan, di era digital saat ini, kreativitas dan inovasi merupakan faktor penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda Indonesia untuk menumbuhkembangkan dirinya sebagai agen perubahan.
Transformasi ini sudah mulai digerakkan di konteks global dan nasional melalui entrepreneurship. Gema entrepreneurship semakin kuat dengan adanya institusi-institusi dan event-event di masyarakat yang mengangkat potensi dan kreasi individu.
“Karena perubahan ini, setiap orang mulai berlomba lomba untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, terutama siswa-siswi SMA Citra Berkat yang juga sudah memulainya,” kata Ester, Sabtu (14/5).
Menurutnya, merencanakan masa depan bukanlah hal yang mudah dan menjadi tantangan yang dihadapi setiap orang di tengah perubahan transformasi saat ini. Pendidikan atau edukasi merupakan hal yang tak kalah penting untuk mencapai masa depan yang cerah dan gemilang.
Fenomena inilah yang menjadi perhatian SMA Citra Berkat Surabaya bahwa siswa siswi perlu mendapatkan kualitas pendidikan yang terbaik dan berkelanjutan dengan mengemas program pendidikan yang menghasilkan individu yang berkompeten dan profesional.
Melalui Program of Entrepreneurship (POE), siswa SMA Citra Berkat Surabaya telah dipersiapkan dan dilatih untuk menciptakan produk yang memiliki value dan inovatif yang dikemas dalam sebuah project.
Project inilah yang kemudian difasilitasi oleh SMA Citra Berkat Surabaya untuk dapat dipamerkan pada event POE Exhibition yang bertujuan untuk menunjukkan potensi siswa dengan menghasilkan project-project inovatif.
Salah satu contoh project yang dibuat oleh siswa SMA Citra Berkat Surabaya yaitu Andrew Clement, Reynard Wijaya dan Valeriano Clifford Kwando dalam bidang craft seperti key chain, coat hanger, stand HP yang terbuat dari sikat gigi bekas.
“Pada umumnya orang jarang yang memanfaatkan sikat gigi bekas untuk diolah sebagai bahan kerajinan. Siswa membuat projek berdasarkan pengamatan mereka terhadap permasalahan di sekitar sehingga siswa dapat membuat project-project inovatif tersebut sebagai solusinya,” tambah Ester.
Tak hanya project inovatif, siswa-siswi juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki melalui performance seperti dance, MC dan lainnya, serta mereka dapat menunjukkan kepada pengunjung yang datang untuk bisa memberikan feedback.
Selain pameran produk inovatif, event ini juga diisi kegiatan Bazar yang diikuti oleh seluruh siswa yang memiliki project inovatifnya serta dari Fellow Community (FC). Selain itu, ada lomba modern dance yang diikuti oleh pelajar SMP/SMA/SMK Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.
Ada performance dari siswa-siswi SMA Citra Berkat Surabaya dan tentunya juga ada doorprize di dalamnya. Juga ada Edufair yang tidak kalah pentingnya yang diikuti oleh perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.
“Siswa-siswi bisa menjual project-project itu di event POE Exhibition kepada pengunjung yang datang serta pengunjung boleh untuk memberikan feedback untuk kelangsungan project mereka berikutnya. Itulah poin yang diinginkan dari acara POE Exhibition ini,” pungkas Ester yang juga sebagai guru di SMA Citra Berkat Surabaya. (fix) Editor : Administrator