Denise Hartono, Country Manager Coda Indonesia mengatakan, dalam menjalankan program edukasi ini, Coda Indonesia bekerja sama dengan sejumlah ahli kesehatan melakukan penelitian ilmiah dalam bidang esport guna mendapatkan pemahaman lebih baik tentang aspek cedera pada atlet esport di Indonesia.
“Coda Indonesia juga menyelenggarakan program pemulihan cedera pada atlet esport yang bekerja sama dengan Sport Medicine, Injury dan Recovery Center (SMIRC) di RS Pondok Indah Bintaro Jaya,” kata Denise, Senin (10/4).
Penelitian ilmiah #MainSehatBarengCoda dilakukan oleh dr. Andi Kurniawan, SpKO (ahli kesehatan olahraga) sebagai ketua peneliti yang didukung oleh dr. Erica Kholinne, SpOT(K) (ahli bedah ortopedi), dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K), MMed.Sci (ahli mata), dan dr. Zulfia Syarif, SpKJ (ahli kesehatan jiwa).
Penelitian ilmiah ini dilaksanakan untuk merumuskan lanskap cedera yang dialami oleh para atlet esport. Mengidentifikasi pola bermain serta berbagai risiko kesehatan yang timbul dan menemukan pemikiran baru untuk dapat dijadikan dasar dalam pembuatan program edukasi yang efektif.
Penelitian ini akan menjadi penelitian ilmiah pertama di Indonesia dalam bidang wellness atau well-being pada esport yang akan diterbitkan di beberapa jurnal medis internasional.
Harapannya penelitian ini dapat digunakan oleh para atlet esport maupun masyarakat luas sebagai acuan dasar mengenai cara bermain game yang sehat, aman, dan produktif.
Sementara itu, untuk program pemulihan cedera saat ini sedang diberikan kepada 2 (dua) atlet esports. dr. Andi Kurniawan, SpKO. mengungkapkan, saat ini, SMIRC RSPI Bintaro Jaya bersama Coda Indonesia sedang menjalankan program pemulihan cedera kepada Diky dan Delvin.
Setelah dilakukan pengecekan, masing-masing mengalami jenis cedera yang berbeda. Diky merasakan bagian telapak dan pergelangan tangan yang sering mati rasa atau kesemutan, nyeri, dan kadang lemas sehingga menghambat performa bermain dan membatasi kesehariannya dalam beraktivitas.
“Sementara Delvin mengalami nyeri pada jari-jari tangannya sehingga mengurangi kelincahan dan kecepatannya dalam bermain game,” ujar Andi Kurniawan.
dr. Andi menambahkan bahwa untuk menangani kedua kasus ini, ia bersama timnya melakukan serangkaian program terapi fisik berupa stretching, latihan mobilitas, dan correction exercise, serta terapi modalitas diantaranya cryotherapy, electrical stimulation, dan ultrasound.
Sebagai pemimpin pasar dalam industri gaming di Indonesia, Coda Indonesia terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap ekosistem gaming dan esport sejak beberapa tahun terakhir.
Hal ini tercermin dari beberapa aktivitas yang telah dilaksanakan Coda Indonesia pada tahun 2022 yakni menjadi sponsor untuk kejuaraan MPL Indonesia, mendukung Piala Presiden Esport, serta memberikan perhatian terhadap kesehatan atlet esport melalui program #MainSehatBarengCoda.
Menyambut bulan Ramadan, Coda Indonesia melalui Codashop meluncurkan program KETUPAT (KEjutan Top-Up hemAT) dengan menghadirkan berbagai promo mega flash sale, kejutan cashback, dan ribuan hadiah lainnya bagi pelanggan yang melakukan top up di Codashop dengan cepat, mudah, dan aman.
Yogaswara Rusmana Adi, Marketing Director Coda Indonesia menyampaikan, untuk meningkatkan layanan terhadap para konsumen, pihaknya juga menghadirkan E-Wallet Codashop untuk para konsumen Codashop dengan nama“Codacash”.
“Pengguna bisa mendapatkan cashback atau diskon langsung yang bisa dinikmati untuk berbagai pembelian di Codashop,” ujarnya.
Sementara itu, Rurie Wuryandari, Corporate Affairs Director Coda Indonesia mengatakan, melalui berbagai inovasi yang dihadirkan pihaknya berharap dapat terus berkontribusi secara nyata dan memberikan dukungan untuk memajukan industri gaming Indonesia.
Coda Indonesia mengajak para atlet esport Indonesia yang ingin mengikuti program edukasi #MainSehatBarengCoda, terutama bagi atlet yang membutuhkan pemulihan cedera.
“Semoga dengan adanya penelitian ilmiah dan program pemulihan cedera ini dapat membantu ekosistem esport di Indonesia terus tumbuh dan berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Rurie. (fix) Editor : Administrator