Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group mengatakan, meskipun dibayangi isu krisis global menyusul ambruknya Silicon Valley Bank di Amerika, namun dia tetap yakin pasar properti di Indonesia tidak akan terganggu. Bahkan tetap bertumbuh.
“Kami optimis pasar properti tetap akan tumbuh karena makro ekonomi cukup bagus. Semua sektor ekonomi tumbuh. Kalaupun nanti ada pengaruhnya mungkin hanya ada pelambatan saja, tidak sampai krisis seperti tahun 2008,” kata Sutandi, Rabu (22/3).
Dikatakan, optimisme tersebut cukup beralasan. Sebab selama dua bulan pertama 2023, pihaknya sudah membukukan penjualan Rp 250 miliar dari 8 proyek yang ada di Surabaya. Itu belum termasuk proyek yang di Jakarta. Hingga Maret 2023, pihaknya menargetkan penjualan Rp 500 miliar.
Bahkan yang cukup mengejutkan, bukan hanya rumah atau apartemen yang harganya ratusan juta hingga Rp 5 miliar yang dicari pembeli. Namun banyak juga pembeli Surabaya yang mencari rumah dengan harga Rp 8-18 miliar.
Kunjungan ke mall juga terus meningkat. Saat ini kunjungan masyarakat ke semua mall di bawah Pakuwon Group rata-rata sudah di atas 5-10 persen dari tahun 2019 saat sebelum pandemi. Jumlah mobil pengunjung ke mall per bulan rata-rata 300-350 ribu atau 3 juta unit mobil per tahun.
“Artinya ekonomi benar-benar sudah normal. Dan banyak orang berduit di Surabaya. Sekarang mereka senang investasi properti karena pasti untung. Bahkan yang beli rumah harga Rp 8-18 miliar pun tidak kredit, tapi cash,” tambahnya.
Sebab itu, pihaknya akan terus mengembangkan proyek baru di Surabaya dan beberapa kota lain. Di Surabaya misalnya, selain mengembangkan landed house di Grand Pakuwon, pihaknya juga akan mengembangkan beberapa tower apartemen di Pakuwon Mall dan Pakuwon City Mall.
Tahun ini hingga tahun depan di Pakuwon Mall, akan dibangun tiga tower apartemen lagi. Selain itu, mall juga akan diperluas dengan membangun Pakuwon Mall 5 seluas 20.000 meter persegi. Dengan begitu total luasan mal akan menjadi 220.000 meter persegi. Bahkan Penthouse seharga Rp 25 miliar sudah di-indent pembeli.
Sementara di Pakuwon City Mall juga akan dibangun 3 tower apartemen lagi. Saat ini pihaknya sedang mengembangkan Pakuwon City Mall 3 plus apartemen Bella. Nantinya disini akan dibangun Pakuwon City Mall 4. Bahkan telah disiapkan area kuliner terbesar, Shanghai Park seluas 2 hektar. Shanghai Park akan mengusung konsep China Town lengkap dengan aneka makanan khas China.
“Nanti kami kembangkan area wisata kuliner dengan konsep China Town. Tenant-tenantnya tidak ada di Surabaya sekarang dan akan menjadi yang pertama dan terbesar di Surabaya dan Indonesia Timur. Kami juga akan mengembangkan superblock baru di Semarang seluas 20 hektar. Ini nanti akan menjadi superblock terbaik di Indonesia,” tandas Sutandi.
Sementara itu, Hario Utomo, General Manager Marketing Pakuwon Group menjelaskan, pihanya sangat yakin target pertumbuhan 10 persen dari tahun lalu akan tercapai. Tahun lalu, dari proyek di Surabaya pihaknya membukukan penjualan Rp 1,4 triliun.
Saat ini pihaknya telah membukukan penjualan Rp 250 miliar. Hingga akhir Maret diharapkan meraih Rp 500 miliar. Karena itu, momen pameran Pakuwon Group yang akan berlangsung mulai tangal 22-26 Maret akan jadi momentum untuk menaikan penjualan.
Ada banyak produk yang ditawarkan seperti rumah siap huni di Grand Pakuwon, Pakuwon Indah dan Pakuwon City. Selain itu juga ada apartemen ready stock di Pakuwon Indah dan Pakuwon City. Selain itu juga ada office dan ruko yang juga sudah pakai.
“Kami optimis pameran ini akan membukukan penjualan Rp 250 miliar. Kami memberikan banyak kemudahan seperti bunga KPR/KPA ringan 2,66 persen. Selain itu juga ada free biaya-biaya seperti free BPHTB, DP, service charge dan biaya KPR/KPA. Kami juga memberikan voucher belanja jutaan rupiah,” tandas Hario Utomo. (fix/jay) Editor : Administrator