Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Subsidi Tepat untuk Pembelian JBT Juga Sasar Nelayan

Administrator • Jumat, 10 Maret 2023 | 22:07 WIB
Photo
Photo
SURABAYA – Program subsidi tepat untuk pembelian jenis BBM tertentu (JBT) juga menyasar para nelayan. Tercatat saat ini ada 37 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Jawa Timur yang melayani pembelian biosolar dengan menggunakan QR Code. Total kuota yang disediakan juga cukup besar yakni 61.853 KL.

Direktur Umum dan SDM PT Gresik Migas, M. Syaikhu menuturkan SPBUN 58.611.01 Campurejo menjadi salah satu SPBUN yang menggunakan QR Code saat pembelian BBM subsidi jenis biosolar dan pertalite.

”Kami mendapat jatah dari Pertamina Patra Niaga sebesar 288 KL per bulan. Jika waktu kerja selama 26 hari per bulan, maka setiap hari dikirim 11 KL,” jelasnya.

Penerapan program subisidi tepat terutama untuk para nelayan ini sendiri telah dilakukan sejak Maret 2023 lalu. Mereka yang ingin membeli biosolar harus memiliki QR Code yang didapat dengan mendaftar di MyPertamina. Sebelumnya para pemilik kapal harus terlebih dulu mendapat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat.

Bagi para nelayan, program subsidi tepat ini membuat mereka dimudahkan. Pasalnya dengan hanya menunjukkan QR Code, para nelayan diberikan kepastian untuk dapat biosolar yang nantinya dipergunakan untuk melaut.

“Satu kapal, satu QR Code. Satu QR Code itu ada yang dapat solar 150 liter, tapi ada juga yang 200 liter setiap hari. Besar kecilnya kuota disesuaikan dengan rekomendasi yang dikeluarkan instansi terkait,” jelas salah satu nelayan, Mualfiah, Kamis (9/3).

Hal senada juga disampaikan Zaenal. Nelayan yang sedang mengantri di SPBUN Campurejo ini juga melihat jika sesuai namanya kebijakan dari Pertamina sangat tepat. Terutama bagi para nelayan sepertinya.

”Dulu, kalau mau beli solar ke SPBU yang jaraknya hampir 2 km dari sini, antrenya bisa sampai semalaman. Itu saja belum tentu dapat (solar, red) karena biasanya SPBU mendahulukan mobil,” tutur Zaenal.

Sementara itu, bagi pengelola SPBUN, pembelian dengan QR Code sangat membantu agar tidak terjadi penyelewengan. Sebanyak 150 kapal di Desa Campurejo yang memiliki QRCode bisa membeli bio solar sesuai kebutuhan yang ditetapkan DKP. Jumlahnya tidak sama, dari 60 liter hingga 100 liter per hari, tergantung besar kecilnya perahu.

Bahkan sebelum kebijakan diberlakukan, petugas SPBUN juga mendapat pelatihan selama dua hari di Surabaya. Dalam pelatihan tersebut, petugas SPBUN dilatih cara mengoperasikan alat untuk membaca QRCode dan lain-lain. (rul/jay) Editor : Administrator
#Program Subsidi Tepat #Pembelian JBT #Patra Niaga #Pertamina #Sasar Nelayan