Menurut dr. Sulung Budianto, Direktur RS Darmo, sebenarnya secara medis kualitas dokter rumah sakit di Surabaya dan Indonesia tidak kalah dengan di Singapura dan Malaysia. Banyak dokter di Surabaya dan Indonesia yang memiliki reputasi internasional.
Namun karena peralatan dan pelayanan yang kurang prima sehingga banyak pasien asal Surabaya, Jatim serta IndonesiaTimur yang berobat ke luar negeri. Sebab itu, pihaknya bertekad tahun 2023 akan melakukan transformasi total yang mencakup peralatan modern, fasilitas dan pelayanan.
“Agar tidak semakin banyak yang berobat ke luar negeri. Karena itu, fasilitas, peralatan dan pelayanan harus kami transformasi. Agar pasien semakin nyaman,” kata Dr Sulung Budianto, Kamis (19/1).
Tahun 2023 yang bertepatan dengan ulang tahun ke 102 RS Darmo, akan dijadikan momen melakukan perbaikan secara total lewat tema RS Darmo Reborn. Dia bertekad melakukan berbagai pengembangan ke arah yang lebih baik untuk menjawab tantangan yang terus berkembang.
Pengembangan akan dilakukan bertahap dan meliputi berbagai aspek. Diantaranya adalah pembangunan IGD baru yang akan tersambung dengan Poliklinik Terpadu. Selain itu merelokasi unit Radiologi, unit Laboratorium Sentral dan Fisioterapi serta relokasi dan pembangunan Nephro Center.
Pihaknya juga mengembalikan sebagian ruang terbuka hijau. Melakukan pengembangan Layanan Orthopedi (Darmo Orthopaedic Excellence Center) khususnya Sendi dan Tulang Belakang. Layanan ini berbasis layanan minimally invasive berupa Laparoscopy Spine Surgery dan Arthroscopy Sendi.
Selain itu, juga Pengembangan Female Health yang akan dibangun di sisi Selatan gedung Cagar Budaya. Serta, penambahan klinik dan sarana Medical Check Up meliputi klinik Diabet dan Aesthetic. Peningkatan kamar operasi dengan update peralatan minimal invasive.
“Khusus Urology, kami memiliki layanan dengan Laser Holmium dan Thulium. Tidak semua RS memiliki 2 macam laser ini serta peralatan Bedah Saluran Cerna dan Gynaecology,” tambahnya.
Dia mengaku, untuk melakukan perubaban tersebut membutuhkan dana yang sedikit. Karena itu pengembangan akan dilakukan bertahap. Tahap pertama misalnya akan disiapkan dana Rp 12 miliar. Tahap berikutnya diperkirakan memakan dana sekitar Rp 20 miliar.
Dia yakin, dengan berbagai pengembangan RS Darmo semakin mampu bersaing dengan rumah sakit lainnya termasuk rumah sakit dari luar negeri. Saat ini RS Darmo didukung berbagai peralatan modern berteknologi tinggi seperti THULEP, ERCP, ESWL, Endoscopy, Laparoscopy, Hemodialisis dan CT Scan.
Selain itu, fasilitasnya juga terus diperbaiki seperti Emergency Unit, Ruang Rawat Inap, Rawat Jalan Umum, Rawat Jalan Anak, Fisioterapi hingga Laboratorium yang siap mendukung proses penyembuhan pasien.
Pihaknya juga terus meningkatkan pelayanan. Selain menyekolahkan para perawat hingga master, juga semua staf diberikan training yang memadai. Pihaknya juga melakukan penjemputan pasien di Bandara, melakukan kerjasama dengan pengelolah hotel di sekitar rumah sakit untuk keluarga pasien.
“Perkembangan layanan kesehatan dan teknologi medis mengalami perubahan luar biasa. Kami harus kejar itu semua agar tidak tertinggal. Kami komitmen untuk fight. Agar pasien tidak lagi berobat keluar negeri. Sekitar 35 persen pasien kami dari luar kota dan luar pulau seperti Kaltim, Kalsel dan Sulsel,” tandas Sulung Budianto. (fix) Editor : Administrator