Investasi kini telah popular di kalangan masyarakat. Banyak orang berinvestasi untuk menabung dan meningkatkan kekayaan mereka. Instrumen atau alat investasi kini sudah berbeda. Jika kamu mencari investasi dengan risiko tinggi dan pengembalian tinggi, maka kamu bisa memilih mata uang kripto.
Lantas investasi saham atau crypto yang paling baik? Kedua alat investasi tersebut jelas berbeda. Apa perbedaan antara yang paling berguna? Berikut ulasannya:
# Investasi Saham
Investasi saham adalah kegiatan investasi berupa pembelian saham suatu perusahaan (sekuritas). Sehingga dengan membeli saham suatu perusahaan, kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut.
Perusahaan yang membeli sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI) ini adalah perusahaan atau emiten (perusahaan yang menjual sahamnya kepada publik). Setiap pabrikan memiliki kode modifikasi produknya sendiri.
BEI berfungsi layaknya seperti mall yang menyediakan wadah bagi para pelaku pasar saham untuk berinteraksi, membeli dan menjual saham atau sekuritas yang dimilikinya. Saham merupakan salah satu produk pasar modal dan instrumen investasi jangka panjang. Harga pembelian produk minimal 1lot atau 100 lembar.
- Saham tidak haram
Di Indonesia yang mayoritas Muslim tentu sangat ketat dalam menerapkan kebijakan terkait transaksi jual beli produk. Label halal bukan saja untuk produk makanan atau minuman saja. Bahkan label ini juga terkait dengan produk keuangan.
Sehingga saham tunduk pada Fatwa DSN-MUI nomor 135 tentang saham. Artinya menjunjung tinggi syariat Islam. Ada rukun akad jual beli, yaitu pihak ketiga membawa transaksi, produk, harga dan konfirmasi penerimaan atau penyerahan.
- Masih bernilai walaupun harganya turun
Jika aset kripto bisa lenyap menjadi debu, tetapi hal tersebut tidak terjadi jika kamu investasi saham. Berbeda dengan saham, sekalipun harganya jatuh ke nol, produk itu tetap berharga. Kamu masih memiliki perusahaan tempat kamu membeli saham.
Kamu juga tetap bisa mendapatkan dividen jika bisnis menguntungkan dan capital gain jika harga saham naik.
- Risiko kerugian dan likuidasi
Bermain saham juga ada resikonya. Pertama, capital loss karena harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Kedua, risiko likuidasi jika perusahaan bangkrut dan tidak menerima uang sepeser pun. Tapi kerugian dan saham tidak sebesar kripto.
- Ada wasitnya
Investasi saham diatur dan diawasi oleh OJK. Jika perusahaan sekuritas itu merugikan investor, atau ada penyelenggara yang melanggar hukum, OJK bisa menghukumnya. Bahkan di bawah hukuman berat. Bahkan jika produknya salah jalan.
- Bisa di analisa untuk menghindari kehilangan
Berbeda dengan investasi kripto yang penuh dengan spekulasi, investasi saham adalah sebuah kepastian. Sebelum mengambil keputusan untuk memaksimalkan profit atau menghindari loss, kamu bisa melakukan analisa teknikal dasar.
Analisis kritis mengacu pada cara proses politik, ekonomi, dan bisnis. Kamu dapat menemukannya dari laporan keuangan perusahaan atau penyedia
Analisis teknikal menggunakan metode pergerakan saham dari waktu ke waktu, termasuk harga dan volatilitas, serta informasi tentang tinggi rendahnya harga saham.
# Investasi Kripto
Mata uang kripto atau cryptocurrency adalah mata uang digital yang hanya ada di dunia maya. Selain bitcoin yang paling populer, contoh cryptocurrency lainnya adalah ethereum, ripple, litecoin, dogecoin, mrai, dashcoin, dll.
Investasi kripto, khususnya bitcoin, diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian layanan game, dll. Dari sana, perdagangan dan penjualan bitcoin menjadi populer dan populer hingga cryptocurrency lainnya muncul.
Ingin tahu harganya? Fluktuasi nilai kripto memang selalu bergerak sehingga diperlukan kemampuan untuk menganalisa pasar jika kamu tidak ingin mengalami kerugian. Hal ini bukan terjadi pada Bitcoin saja tapi sama dengan mata uang kripto lainnya, Ethereum.
Dalam satu minggu, Ethereum turun 34,74% ke harga $2.608,51 per koin. Namun bisa juga dalam beberapa jam atau hari harga Ethereum kembali naik dan meroket. Ketika kamu pandai menganalisa pasar, maka kamu bisa menentukan waktu kapan menjual dan membeli makan akan mendapatkan keuntungan.
- Bergantung pom pom Elon Musk
Jika pendiri Tesla menembakkan Dogecoin atau aset kripto lainnya, harganya langsung terbang ke $0,5 per keping. Investor memborong cryptocurrency. Tetapi jika orang terkaya didunia ini tidak lagi influencer cryptocurrency, maka nilainya akan jeblok.
Seperti tweetnya tentang berhenti membeli mobil listrik Tesla dengan bitcoin, sekarang semua orang di dunia. Investor dan pedagang besar secara aktif menjual aset kripto mereka, sementara investor tingkat rendah akan gigit jari dan rugi besar.
Lantas mau minta tanggung jawab siapa? Elon Musk? Nggak mungkinkan.
- BI dan OJK, Larang Untuk Transaksi Nyata
Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sama-sama menyatakan bahwa cryptocurrency tidak legal di Indonesia. Jadi, kamu tidak bisa berdagang atau membeli barang dan jasa. Jika kamu mengeluh tentang berinvestasi di crypto, maka kamu bertanggung jawab atas konsekuensinya jika terjadi kesalahan.
Misalnya, pedagang crypto yang ditipu atau masalah lainnya. Administrator berhenti karena tidak dikenali.
- Kripto adalah komoditas, seperti kopi dan karet
Lantas bagaimana dengan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)? Dia mengatakan bahwa perdagangan bitcoin cs adalah legal. Bappebti hanya mendukung perdagangan aset kripto di bursa berjangka Indonesia.
Lihatlah broker dan aset kripto yang dijual. Artinya, aset kripto diklasifikasikan sebagai komoditas, seperti karet, teh, kopi, dan lainnya. Karena harga Cryptocurrency memiliki volatilitas yang kuat dan memiliki resiko kerugian yang tinggi.
- Fluktuasinya gila-gilaan
Karena ini adalah jenis komoditas, aset kripto memiliki perubahan nilai yang besar. Terkadang, itu bisa naik dan turun dengan sangat cepat. Sulit untuk memprediksi nilai cryptocurrency. Bisa menang satu malam, tapi rugi besar dalam satu saat.
Harga tinggi dan rendah aset crypto mengikuti penawaran dan permintaan. Oleh karena itu, kekuatan pasar ditentukan. Cryptocurrency tidak memiliki titik penjualan yang jelas. Ini berarti kamu mempertaruhkan uang untuk sesuatu yang mungkin tidak berharga.
Sebagai perbandingan, jika tidak ada orang lain di dunia yang menerima transaksi cryptocurrency, maka aset kamu tidak akan ada nilainya.
- Menghancurkan stabilitas sistem keuangan negara
Cryptocurrency rentan terhadap risiko gelembung dan dapat digunakan sebagai cara untuk membiayai dan membiayai teroris. Oleh karena itu, dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan negara dan merusak negara.
Sehingga tak heran beberapa Negara mengawasi dan ikut intervensi terhadap perkembangan transaksi kripto di dunia.
Dari penjelasan diatas tentu kamu bisa memilih investasi apakah yang paling nyaman. Namun jika kamu ingin investasi kripto maka kamu bisa belajar crypto pada orang yang berpengalaman atau masuk komunitas untuk berdiskusi.
Nah, bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi kripto secara mudah, download Pintu: Jual/Beli Aset Digital oleh PT. Pintu Kemana Saja di App Store atau Playstore kamu sekarang. (*/jay) Editor : Administrator