Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dorong Ekspor Perhiasan Emas, APEPI Desak Pemerintah Segera Terbitkan PP

Administrator • Jumat, 4 November 2022 | 12:09 WIB
Photo
Photo
SURABAYA – Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) mendesak agar pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembebasan PPN emas batangan untuk tujuan ekspor.

Selain menjaga kepastian hukum, juga untuk mendorong peningkatan ekspor produk perhiasan emas.

Iskandar Husin, Sekjen Apepi, mengatakan, setelah pandemi, Indonesia mengalami permintaan ekspor perhiasan cukup besar.

Sebab itu, momentum ini harus dijaga dengan baik. Pemerintah diminta mengeluarkan PP pembebasan PPN atas emas Batangan yang digunakan untuk keperluan ekspor.

Dia mengaku, pemerintah melalui Dirjen Pajak sudah menyatakan membebaskan PPN atas emas batangan. Namun hingga kini PP yang ditunggu-tunggu kalangan industri perhiasan belum keluar. Padahal, PP itu sangat penting bagi mereka untuk kepastian hukum.

“Memang sudah diumumkan akan dibebaskan (PPN-nya). Tapi sampai sekarang belum keluar PP-nya. Ini yang kami tunggu. Supaya ada kepastian hukum,” kata Iskandar Husin, Kamis (3/11).

Sebagai pelaku usaha, dia mengaku repot. Di satu sisi mempercayai pengumuman dari pemerintah. Namun di sisi lain peraturannya belum keluar. Hal ini menjadi kendala industri perhiasan. Apalagi saat ini persaingan semakin ketat ditambah dengan isu resesi global.

Sebab itu, Apepi mendorong agar pemerintah terus memberikan dukungan pada dunia usaha. Sebab tanpa dukungan pemerintah, bisnis apapun tidak akan bisa berkembang. Apalagi sekarang momentumnya sangat bagus dimana permintaan ekspor perhiasan ke sejumlah negara naik signifikan.

Perlu komitmen dari pemerintah untuk menjaga industry kreatif perhiasan. Tahun ini ekspor perhiasan naik 25 persen. Jika PP nya tidak segera keluar, maka tahun 2023 akan kembali turun. Namun jika pemerintah komitmen, tahun 2023 akan bisa running 100 persen seperti sebelum pandemi.

“Kualitas produk dan desain industri perhiasan Indonesia tidak kalah dengan produk luar negeri. Terbukti produk perhiasan makin luas diterima di pasar global seperti Singapura, Hongkong, Timur Tengah, Amerika dan Eropa. Bahkan Amerika dan Eropa demand-nya terus naik,” tambah Iskandar.

Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan mengatakan, sektor industri dan perdagangan memberikan kontribusi sebesar 48 persen terhadap PDRB Jatim. Sebab itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap sektor industri termasuki industri perhiasan.

Industri perhiasan masuk kelompok lima besar komoditas ekspor unggulan Jatim. Saat ini di Jatim ada 30 industri perhiasan menengah dan besar serta 50-100 industri kecil yang menyerap 2.000 tenaga kerja. Industri tersebut tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Banyuwangi.

“Prospeknya kedepan cukup bagus. Terbukti selama pandemi industri perhiasan bisa masuk 5 besar ekspor Jatim. Kami berharap, ada lompatan sehingga pasar yang dijangkau lebih luas lagi,” kata Drajat

Sementara itu, Ni Nyoman Ambareny, Direktur Industri Aneka & IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Kemenperin RI, menambahkan, ekspor produk perhiasan terus mengalami pertumbuhan. Karenanya IKM Kemenperin terus memberikan dukungan agar terus mengembangkan desain.

Selain itu juga memberikan banyak program menarik untuk para pelaku industry kecil dan menengah (IKM) seperti incubator bisnis atau pelatihan dan pendampingan. Selain itu juga ada program pendampingan untuk pemasaran baik domestik maupun ekspor.

“Kami juga kerja sama dengan Kemendag untuk bantu promosi sehingga bisa masuk pasar ekspor. Kami juga memberikan bantuan teknis dan mesin untuk IKM,” ujar Ni Nyoman.

Terkait acara Surabaya International Jewellery Fair 2022, Iskandar yang juga Ketua SIJF, mengatakan, acara ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai pihak. SIJF 2022 dikuti berbagai bidang usaha perhiasan dari dalam dan luar negeri, seperti pabrik perhiasan, distributor, toko, permesinan & kemasan perhiasan serta desainer dan pengrajin.

Pameran perhiasan ini sangat penting dalam pengembangan investasi di industri kreatif dan perdagangan perhiasan serta pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

Event ini juga untuk memperkenalkan produk perhiasan kreatif dengan ciri khas desain etnik budaya dengan menggunakan teknologi masa kini dalam industri perhiasan dan industri pendukungnya di tanah air.

Kegiatan SIJF 2022 diikuti 117 peserta dimana 67 peserta swasta, 10 peserta mesin & perangkat industri perhiasan dan 40 pengrajin IKM yang merupakan mitra-binaan Kementerian Perindustrian RI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Event ini juga sebagai sarana bagi pengusaha kecil dan menengah untuk meningkatkan pangsa pasar dan penjualan produk-produk perhiasan kreatif di tanah air. Konsumen juga bisa mendapatkan produk-produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing.

“Melalui pameran perhiasan ini, kami berharap dapat memberikan semangat kewirausahaan kepada anak bangsa melalui UKM yang maju, tangguh, mandiri dan dapat berperan sebagai motor penggerak dalam perekonomian nasional yang berbasis ekonomi kerakyatan di era pasar bebas,” pungkas Iskandar Husin. (fix/jay) Editor : Administrator
#Segera Terbitkan PP #Desak Pemerintah #Ekspor Perhiasan Emas #apepi