Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perubahan Gaya Hidup Dorong Penjualan Alat Kesehatan di Indonesia

Administrator • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 21:01 WIB
Photo
Photo
SURABAYA – Perubahan gaya hidup di masyarakat berimnbas positif terhadap pasar alat kesehatan. Akibatnya, selama pandemic penjualan alat kesehatan termasuk kursi pijat berteknologi tinggi, AI, mengalami peningkatan 50 persen.

Menurut Marketing Communication Manager Perfect Health Indonesia, Sihar Harianja, peningkatan penjualan alat kesehatan selama pandemi karena banyak yang bekerja dari rumah (WFH). Sehingga mereka memerlukan aktivitas olahraga maupun relaksasi di rumah.

Selain itu, sejak adanya pandemi pola pikir masyarakat terutama kesehatan juga berubah drastis. Mereka semakin konsen terhadap kesehatannya. Selain mengatur pola makan juga menghindari stress dan juga menjaga aktivitas olahraga.

Pada awal pandemi memang pasar alat kesehatan turun drastis selama enam bulan. Sebab mall waktu itu sepi sekali. Padahal, penjualan alat kesehatan bergantung dari pengunjung di mall. Namun setelah itu trendnya terus naik. Karena banyak WFH mereka perlu aktivitas olahraga di rumah.

“Imbasnya, penjualan alat kesehatan semakin meningkat seperti treadmill, kursi pijat eletrik maupun alat pijat portable,” ujar Sihar Harianja, Jumat (7/10).

Sebab itu, lanjutnya, dia sangat yakin tahun ini penjualannya akan semakin meningkat signifikan. Sebab trend kebutuhan alat kesehatan juga dipicu gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Bahkan sekarang anak-anak muda juga semakin care terhadap kesehatannya.

Sehingga yang banyak membutuhkan alat kesehatan terutama treadmill dan kursi pijat tidak hanya mereka yang telah berusia diatas 40 tahun, namun generasi muda usia 25-35 tahun juga banyak yang tertarik. Mereka umumnya untuk relaksasi setelah bekerja.

“Tahun ini kami optimis pasar alat kesehatan akan tumbuh minimal 50 persen. Sebab mall sudah ramai kembali. Pameran di mall juga sudah banyak dan pengunjungnya juga penuh. Selain itu treding new market juga terus tumbuh terutama dari anak-anak muda,” tambanya.

Dia mengaku target akan tercapai. Sebab itu, pihaknya akan mengotimalkan sisa waktu tiga bulan untuk mengenjot penjualan di seluruh kota besar di Indonesia termasuk Surabaya dan Malang. Alat kesehatan berteknologi AI (artificial intellegen) yang dijual dengan harga mulai Rp 24 juta - Rp 84 juta tersebut membidik segmen middle up terutama dari kalangan pebisnis.

Surabaya dan Malang merupakan dua kota utama di Jawa Tmur yang sangat potensial. Selain banyak pengusaha di kedua kota ini, juga kalangan middle up tumbuh signifikan. Sehingga dari kedua kota ini mampu memberikan kontribusi sekitar 20 persen dari total penjualan nasional Perfect Health.

“Surabaya dan Malang pasarnya cukup bagus. Kontribusinya 20 persen atau nomor dua dari market nasional. Nomer satu dari Kalimantan. Sedangkan nomor tiga dan empat masing-masng dari Sumatera dan Jakarta. Yang paling banyak dicari yang harganya Rp 25-40 juta,” pungkas Sihar Harianja. (fix) Editor : Administrator
#Perubahan Gaya Hidup #Perfect Health Indonesia #AI #Penjualan Alat Kesehatan