Menurut Endah Winarni, Direktur Marketing dan Plt Direktur Utama Bank Maspion, pihaknya tetap optimis tahun ini kinerjanya akan semakin baik. Hal ini karena semua sektor ekonomi mulai bergeak normal. Sehingga kebutuhan dana kredit dari perbankan juga mulai normal.
“Tahun lalu banyak yang menahan melakukan ekspansi bisnis. Tahun ini sudah jalan lagi. Banyak yang membeli mesin baru untuk menambah kapasitas produksi. Resto, café dan transportasi juga sudah normal. Kami optimis kedapan akan lebih baik lagi,” ujar Endah Winarni, Kamis (15/9).
Sebab itu, pihaknya berani memasang target pertumbuhan yang signifikan tahun ini. Misalnya, untuk asset perseroan, emiten dengan kode BMAS ini mematok pertumbuhan 27,33 persen menjadi Rp 18,1 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan dari tahun 2021 dimana asetnya sebesar Rp 14,234 triliun.
Sedangkan untuk penyaluran kredit, pihaknya optimis akan tumbuh 27,69 persen dengan nilai Rp 10,5 trilliun. Tahun 2021 lalu, penyaluran kreditnya sebesar Rp 8,2 triliun naik 19,1 persen year on year (YoY) dari tahun 2020 yang sebesar Rp 6,9 triliun.
Dengan tetap memegang sikap prudent, realisasi penyaluran kredit masih sesuai dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor produktif. Kontribusi portofolio kredit modal kerja masih yang tertinggi yakni 73,58 persen. Disusul kredit investasi 24,41 persen dan kredit konsumsi 2,01 persen.
Sementara untuk pengumpulan dana pihak ketiga (DPK), tahun ini pertumbuhannya bisa mencapai 16,8 persen dengan nilai Rp 14 triliun. Sedangkan tahun 2021, DPK nya mengalami pertumbuhan 46,30 persen dari tahun 2020 dengan nilai dari Rp 8,2 triliun menjadi Rp 12 triliun.
“Dengan melihat kondisi semester pertama tahun ini, kami yakin rencana kerja tahun ini akan lebih baik lagi. Kami harapkan laba bersih bisa tumbuh 20 persen dari tahun lalu,” tambahnya.
Untuk mencapai target tahun ini pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah strategis. Diantaranya tetap fokus dalam menerapkan Community Business Model untuk meningkatkan jumlah rekening melalui program Penciptaan 1 juta UMKM lewat tabungan Dasyatt.
Pihaknya semakin focus kepada sektor sektor yang prospektif dengan target pasar komunitas. Pihaknya juga terus berupaya mengembangkan berbagai produk dan layanan perbankan digital sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Pengembangan strategi berbasis digital ini diharapkan membawa pengaruh terhadap kinerja dan peningkatan layanan yang lebih optimal. Terbukti tahun lalu, jumlah UMKM yang terlayani naik dari 366 menjadi 590. Sedangkan komunitas yang tergarap naik 120 persen dari 103 menjadi 223. Sehinga jumlah rekening dan portfolio kredit UMKM juga meningkat signifikan.
“Tahun ini kami tetap fokus melanjutkan program tabungan Dasyatt bagi nasabah komunitas yang ingin menjadi pengusaha UMKM melalui kesempatan menjadi sub distributor produk produk Maspion Group,” tandasnya.
Sementara itu, Pujiono Santoso, Komisaris Utama Independen Bank Maspion menambahkan, ihaknya juga akan terus memperkuat jaringan digital banking dengan menambah fitur-fitur yang dibutuhkan nasabah. Sehingga nasabah akan semakin dimudahkan.
Pihaknya juga terus memperkuat kerjasama dengan vendor maupun merchant. Sebab, trend transaksi digital terus meningkat signifikan. Dan tahun ini transaksi digital diperkirakan akan tumbuh 100 persen dari tahun lalu.
“Kami akan perkuat utility mobile banking. Fitur-fitur disempurnakan dan kerjasama dengan vendor menuju lifestyle digital akan diperbanyak. Kami akan lakukan lompatan. Sekarang QRIS juga dipersiapkan. Tahun depan buka account cukup dari HP saja,” ujar Pujiono Santoso. (fix/jay) Editor : Administrator