Menurut Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group, saat ini kondisi pasar properti masih bagus. Namun begitu, pasar dibayangi dengan rencana kenaikan suku bunga perbankan menyusul naiknya suku bunga The Fed, Amerika Serikat.
Selain itu, pasar properti juga dibayangi kenaikan harga bahan bangunan akibat makin melambungnya kurs dolar AS terhadap Rupiah. Hal ini sudah terasa sejaka beberapa minggu terakhir.
“Karena itu sekarang waktu yang tepat untuk beli rumah. Karena bulan depan rencana ada kenaikan suku bunga sehingga harga rumah juga akan naik. Sementara harga bahan bangunan sudah naik lebih dulu,” kata Sutandi, Jumat (8/7).
Dikatakan, beberapa bahan bangunan seperti besi, semen dan lainnya sudah naik sekitar 10-15 persen. Selain itu biaya produksi juga ikut naik karena adanya kenaikan ongkos yang lain termasuk tenaga kerja. Akibatnya kenaikan harga rumah tidak bisa dihindari.
Namun begitu pihaknya tetap optimis target tahun ini akan tercapai. Selain akan mengadakan pameran Pakuwon Group, pihaknya juga terus menambah fasilitas dan merilis cluster baru. Seperti di Grand Pakuwon, kali ini pihaknya menambah fasilitas Pendidikan dengan dibukanya Gloria School.
Dia mengaku berkomitmen untuk membangun banyak fasilitas Pendidikan di lingkungan perumahan Grand Pakuwon. Hal ini melihat kesuksesan Pakuwon City di Surabaya Timur yang waktu itu diawali dengan membangun banyak fasilitas Pendidikan termasuk Edu Apartemen.
“Ini fasilitas pendidikan yang ketiga disini. Sebelumnya sudah ada Samperna Academy dan Grammar School. Fasilitas edukasi ini penting karena sebagian yang tinggal di sini milenial dan pasangan muda. Sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh menyekolahkan anaknya,” tambahnya.
Terkait cluster Gladstone, Hario Utomo, Head of Marketing Pakuwon Group menambahkan, saat ini pihaknya sudah membangun 150 unit plus 50 unit dalam proses. Ada tiga pilihan yang ditawarkan dengan harga mulai Rp 1,2 – Rp 2 miliaran. Saat ini sudah terjual 100 unit lebih.
Selanjutnya akan dikembangkan tahap II sebanyak 120 unit lagi. Dia yakin, semua unit akan segera habis. Selain rumah sudah ready sehingga bisa ikut program PPN DTP yang akan berakhir pada 30 September 2022 nanti, fasilitas semakin lengkap dan juga harganya belum dinaikan.
“Matoritas yang beli end user. Saat ini disini sudah ada 1.500 bangunan dan sebagian besar sudah dihuni. Kedepan kami juga akan bangun mall tapi mungkin berbeda dengan mall yang sudah ada. Kami juga akan ngadakan pameran lagi minggu depan,” ujar Hario Utomo. (fix/jay) Editor : Administrator