Berkapasitas 500/150 kV, IBT 5 Krian yang sejak awal dibangun hingga energize membutuhkan waktu selama 18 bulan ini nantinya akan mengevakuasi daya dari IBT 1 dan IBT 2.
“Energize pada IBT 5 di GITET Krian berhasil dilakukan kurang lebih pukul 00.55 WIB. Setelah ini, peremajaan pada IBT 1 dan IBT 2 akan dilakukan secara bergantian yang bebannya nanti akan ditopang ke IBT 5. Untuk saat ini kami masih melakukan pemantauan 1x24 jam setelah energize pada IBT 5 sebelum dilakukan pembebanan tegangan,” terang General Manager PLN UIT JBM, Didik F. Dakhlan.
Lebih lanjut dijelaskan, IBT 1 dan IBT 2 masing-masing dapat menyalurkan daya sebesar 490 MW dengan tegangan 150 kV. Dalam pendistribusiannya, IBT 1 dan 2 menyuplai energi listrik ke daerah Surabaya, juga Kawasan Industri dan Metropolis di sebagian Surabaya dan Gresik.
“Peremajaan pada IBT 1 dan IBT 2 akan segera dilakukan, agar terhindar dari gangguan yang disebabkan oleh IBT yang kurang optimal. Terlebih, beban di Jawa Timur saat ini terus meningkat dan pelanggan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) kini sudah mulai beroperasi normal kembali,” lanjutnya.
Pembangunan IBT 5 ini telah melalui kajian dan perhitungan sistematis sebelumnya, sebagai sebuah solusi yang efektif selama masa peremajaan IBT 1 dan IBT 2 secara bergantian. Dan selanjutnya memerlukan pengoperasian pembangkit di Gresik untuk kebutuhan daya sebesar 300 MW atau setara Rp 666 miliar untuk memastikan agar pasokan listrik tetap aman.
“Dari hasil perhitungan, PLN telah melakukan penghematan kurang lebih Rp 554 miliar dengan pembangunan IBT 5 ini jika dibanding dengan mengoperasikan pembangkit diesel. Nilai investasinya sendiri sebesar Rp 112,6 miliar,” jelas Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi, Himmel Sihombing. (*/jay) Editor : Administrator