Kinerja positif diiringi dengan peningkatan efisiensi operasional, perkuat arah menuju profitabilitas.
Selama tahun 2021, GoTo mencatatkan pertumbuhan 37% untuk jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun (annual transacting users atau ATU) secara proforma yang bertransaksi di kedua platform Gojek dan Tokopedia, dengan kecenderungan berbelanja lebih banyak dan lebih setia dibandingkan dengan pengguna salah satu platform saja.
-
GoTo mengawali tahun 2022 dengan kinerja yang kuat, dengan pendapatan bruto Q1 2022 tumbuh 53% year-on-year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan GTV sebesar 46%. Pendapatan bruto pada Q1 2022 mencapai Rp5,2 triliun dan GTV sebesar Rp140 triliun.
-
Peningkatan efisiensi operasional terlihat pada margin kontribusi dan margin EBITDA yang disesuaikan untuk Q1 tahun 2022 sebesar masing-masing 24 poin persentase dan 14 poin persentase dibandingkan dengan Q4 2021.
-
Kinerja yang kuat pada seluruh perusahaan operasional:
- On-demand services: Pertumbuhan pendapatan bruto mencapai 58%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan GTV sebesar 44% year-on-year pada Q1 2022, didorong tingkat pemulihan yang cepat pada sektor mobilitas. Sinergi melalui kolaborasi dengan Tokopedia turut mendorong pertumbuhan.
- E-commerce: Pertumbuhan pendapatan bruto mencapai 53%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan GTV sebesar 28% year-on-year pada Q1 2022, meskipun pada umumnya kuartal pertama adalah periode dengan nilai transaksi yang rendah, dan kuartal keempat adalah periode dengan nilai transaksi yang tinggi.
- Financial technology: Jumlah pengguna GoPay dan nilai GTV tercatat paling tinggi. Volume transaksi pada platform (on-platform) tumbuh 200% year-on-year sementara volume transaksi di luar platform (off-platform) tumbuh 74% pada periode yang sama. Pertumbuhan yang kuat dibanding tahun sebelumnya ini disebabkan oleh serangkaian inisiatif produk baru.
- Take rate Grup GoTo di Q1 2021 meningkat dari 3,5% menjadi 3,7% year-on-year, sebagai hasil dari inisiatif monetisasi, peningkatan value added service, peluncuran produk serta layanan premium.
-
Fokus yang berkelanjutan pada sinergi ekosistem untuk mendorong pertumbuhan, monetisasi, dan efisiensi, mencakup:
- Integrasi GoPay dan produk pembiayaan konsumen ke Tokopedia, sehingga GoPay menjadi penyedia jasa pembayaran elektronik terdepan di platform tersebut, mendorong frekuensi transaksi, pembelanjaan, dan retensi yang lebih tinggi.
- Peluncuran sistem poin penghargaan tunggal, GoPay Coins, di seluruh ekosistem, untuk memberi manfaat akuisisi silang konsumen di antara Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.
- Peningkatan pengalaman hyperlocal melalui integrasi Tokopedia dan armada logistik on-demand Gojek yang meningkatkan pesanan on-demand dan menurunkan biaya per kilometer untuk pengiriman.
JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO, “Grup GoTo”, atau “Perusahaan”), ekosistem digital terbesar di Indonesia, pada hari ini mengumumkan kinerja keuangannya untuk kuartal pertama tahun 2022 dan tahun 2021.
Andre Soelistyo, CEO Grup GoTo memaparkan, “Sepanjang 2021, kami secara konsisten menjalankan rencana bisnis dengan baik, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan di setiap lini bisnis dan peningkatan margin secara keseluruhan. Pembentukan GoTo, dari kombinasi Gojek dan Tokopedia, menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik lagi untuk melayani konsumen. Seiring kami semakin memperdalam integrasi bisnis Perusahaan, kami mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multiplatform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GoTo.”
“Perusahaan operasional kami mampu mencetak kinerja yang kuat, dengan didukung oleh sinergi ekosistem. Fokus kami mendorong penggunaan antara platform-platform terdepan ini. Misalnya, kami telah mendorong GoPay menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan di Tokopedia, memperkenalkan penyelarasan status program loyalitas di Gojek dan Tokopedia, serta mengkonsolidasi sistem poin penghargaan kami, GoPay Coins, di seluruh ekosistem. Hasilnya, GoTo mencatatkan pertumbuhan 37% untuk jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun (annual transacting users atau ATU) secara proforma yang bertransaksi di kedua platform Gojek dan Tokopedia selama 2021, dengan kecenderungan berbelanja lebih banyak dan lebih setia dibandingkan dengan pengguna salah satu platform saja.”
“Sepanjang 2022, kami akan terus mendorong inisiatif-inisiatif ini dan menggunakan keunggulan kompetitif yang ekosistem kami miliki, sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan semakin longgarnya kegiatan masyarakat, peningkatan dan integrasi produk akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa GoTo mampu terus melayani pertumbuhan kebutuhan dan jumlah pengguna kami di layanan on demand, e-commerce, dan financial technology.”
Jacky Lo, CFO Grup GoTo, menyampaikan, “Momentum pertumbuhan di 2021 sangat membanggakan, meski di tengah tantangan pandemi COVID-19. GoTo mengakhiri 2021 dengan pertumbuhan kuat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year), sebagaimana ditunjukkan dengan peningkatan GTV proforma dan pendapatan bruto masing-masing sebesar 40% dan 44%. Kinerja Q1 2022 bahkan lebih kuat lagi, dengan pertumbuhan GTV proforma dan pendapatan bruto masing-masing sebesar 46% dan 53%, memberikan indikasi prospek menjanjikan di masa depan.”
“Integrasi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial secara lebih menyeluruh diharapkan mampu membawa berbagai manfaat, dan kami pun telah melakukan integrasi lintas platform sejak bulan Mei 2021. Di Q1 2022, kami berfokus pada optimalisasi pembayaran insentif dan biaya operasional, dan telah mencatat hasil signifikan sebagai landasan yang kuat dalam upaya kami untuk terus meningkatkan margin. Margin kontribusi dan margin EBITDA disesuaikan meningkat masing-masing sebesar 24 dan 14 poin persentase, antara Q4 2021 dan Q1 2022.”
“Ke depannya, GoTo akan terus mengambil langkah holistik dalam melakukan pengelolaan biaya, mendukung pertumbuhan serta tujuan investasi kami, yang akan memperkuat arah menuju profitabilitas, sekaligus memberikan nilai lebih bagi para pemangku kepentingan.”
Ikhtisar Kinerja Keuangan dan Operasional Kuartal I 2022
- Nilai transaksi bruto (gross transaction value atau GTV) tumbuh 46% year-on-year mencapai Rp140,0 triliun.
- Pendapatan bruto meningkat 53% year-on-year mencapai Rp5,2 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan take rate dari 3,5% menjadi 3,7% didorong oleh peningkatan monetisasi pada segmen e-commerce dan on-demand.
- Jumlah tahunan pengguna bertransaksi sepanjang dua belas bulan terakhir (last twelve months annual transacting users atau “LTM ATU”) tumbuh 29% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (“year-on-year”) mencapai 65 juta, dengan rata-rata pembelanjaan meningkat sebesar 18% year-on-year.
- Jumlah pesanan (order) tumbuh 41% year-on-year mencapai lebih dari 656 juta pesanan.
- Pada Q1 2022, rugi EBITDA yang disesuaikan turun 14 poin persentase menjadi Rp5,4 triliun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (Q4 2021) sebesar Rp 6,2 triliun. Pada Q1 2021, Perusahaan mencatatkan kerugian sebesar Rp1,9 triliun yang disebabkan oleh dua hal, yaitu upaya Perusahaan menghemat modal menjelang kombinasi Gojek dan Tokopedia sehingga Perusahaan dapat melakukan investasi lintas platform setelah terbentuknya GoTo. Selain itu, reservasi modal ini juga dikarenakan memuncaknya dampak pandemi COVID-19 di Q1 2021 yang membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat di masa tersebut.
Ikhtisar Kinerja Operasional dan Keuangan Proforma Tahun 2021
- GoTo, yang dibentuk melalui kombinasi Gojek dan Tokopedia, menciptakan berbagai efisiensi lintas platform.
- Pertumbuhan 37% year-on-year untuk jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun (annual transacting users atau ATU) yang bertransaksi di kedua platform Gojek dan Tokopedia.
- GTV tumbuh 40% year-on-year mencapai Rp461,6 triliun.
- Pendapatan bruto tumbuh 44% year-on-year menjadi Rp17,0 triliun.
- Rugi EBITDA yang disesuaikan menjadi Rp16,2 triliun dibandingkan dengan kerugian Rp13,0 triliun pada tahun 2020.
Ikhtisar Integrasi Ekosistem
- GoTo meluncurkan berbagai inisiatif penawaran silang bisnis (cross pollination). Jumlah ATU lintas platform pada tahun 2021 meningkat sebesar 37% year-on-year mencapai 11,6 juta. Jumlah tersebut hanya merupakan 21% dari ATU di platform Gojek dan Tokopedia, sehingga memiliki potensi besar untuk tumbuh, seiring dengan fokus Perusahaan dalam melakukan akuisisi silang antar pengguna Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial.
- Memperkenalkan GoPay sebagai pilihan metode pembayaran di Tokopedia. Penggunaan GoPay di Tokopedia tumbuh hingga mencapai 76% dari keseluruhan nilai transaksi yang menggunakan uang elektronik pada Q4 2021, dan 93% pada Q1 2022, mencapai masing-masing Rp6,4 triliun dan Rp7,6 triliun.
- Persentase konsumen yang menggunakan GoPay untuk transaksi layanan mobilitas dan pesan antar makanan tumbuh dari 43% pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi 55% pada kuartal pertama tahun 2022.
- Mengimplementasikan GoPay Coins, poin rewards yang dapat digunakan untuk bertransaksi. Hal ini untuk meningkatkan retensi pengguna dan jumlah transaksi sekaligus mengoptimalkan biaya promosi dalam ekosistem GoTo.
- Penyelarasan status program loyalitas antar platform untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan awareness pengguna terhadap platform dalam ekosistem GoTo.
- Memperkuat integrasi armada antara Tokopedia dan logistik on-demand khusus Gojek untuk memperdalam penetrasi layanan pengiriman, meningkatkan efisiensi biaya pengiriman per kilometer, dan memperkaya strategi hyperlocal Tokopedia.
Ikhtisar Kinerja Berdasarkan Segmen
On-demand Services
- Di tengah tantangan akibat pandemi COVID-19, on-demand services pada kuartal pertama tahun 2022 mencatatkan GTV sebesar Rp14,9 triliun, tumbuh 44% year-on-year. GTV tahun 2021 mencapai Rp50,3 triliun, tumbuh 25% year-on-year, didukung oleh kinerja bisnis pesan antar makanan dan logistik yang kuat. Seiring dengan mobilitas masyarakat Indonesia yang berangsur normal, diharapkan adanya peningkatan lebih lanjut di segmen ini.
- Relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat menghasilkan pertumbuhan GTV layanan mobilitas sebesar 73% year-on-year pada kuartal pertama tahun 2022, menunjukkan bahwa bisnis layanan mobilitas GoTo telah mencapai 70% dari tingkat pra pandemi.
- Pendapatan bruto untuk Q1 2022 mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 58% year-on-year. Pencapaian ini merupakan hasil sinergi erat dengan Tokopedia, peningkatan volume bisnis logistik business-to-business-to-consumer (B2B2C), komisi pedagang yang digabungkan dengan value added services, dan situasi makro ekonomi yang lebih baik. Pendapatan bruto tahun 2021 mencapai Rp10,3 triliun, meningkat 37% year-on-year.
- Gojek melakukan ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2021, dengan meluncurkan GoCar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada Oktober 2021, melakukan peluncuran layanan transportasi Premium dan XL di Singapura, serta melakukan kegiatan pemasaran, termasuk berkendara gratis untuk konsumen yang akan divaksinasi, yang meningkatkan kesadaran brand dan volume pesanan, sekaligus mendukung misi sosial Perusahaan.
E-commerce
- Tokopedia mencatatkan pertumbuhan konsisten, dengan peningkatan frekuensi transaksi per pengguna tumbuh 10% year-on-year pada Q1 2022. GTV mencapai Rp65,1 triliun, tumbuh 28% year-on-year. Hal ini didorong oleh akuisisi pengguna baru, penawaran silang pengguna antar platform, serta pertumbuhan frekuensi pesanan pengguna.
- Pendapatan bruto segmen e-commerce mencapai Rp1,9 triliun pada Q1 2022, tumbuh 53% year-on-year. Hal ini terutama didorong oleh logistik dan digital goods, serta peningkatan optimalisasi mesin penarget iklan kami, seiring penggunaan data dan machine learning yang lebih baik di platform kami, untuk memberikan paparan iklan yang lebih personal, sekaligus meningkatkan relevansi mesin pencari dan konversi Pendapatan bruto tahun 2021 mencapai Rp6,3 triliun, meningkat 81% year-on-year. Pendapatan iklan terus bertumbuh dengan baik sebesar 62% year-on-year pada Q1 2022. Penggabungan armada Gojek dan basis aset Tokopedia telah meningkatkan kemampuan logistik on-demand dan pemenuhan kami secara menyeluruh, sehingga GoTo dapat menjadikan pesanan semakin hyperlocal, meningkatkan kenyamanan konsumen dan menyediakan solusi tanpa hambatan bagi pedagang.
- Pada tahun 2021 dan Q1 2022, Tokopedia menjadi platform e-commerce paling banyak dikunjungi di Indonesia, dengan jumlah kunjungan yang tercatat sebesar masing-masing 141 juta dan 150 juta kunjungan, menurut Similarweb.
- Terdapat pertumbuhan yang baik pada kategori produk long-tail (barang-barang dengan kuantitas kecil namun sulit dicari untuk konsumen dalam jumlah besar), seperti barang konsumsi perputaran cepat (FMCG) dan barang Ibu dan Anak, yang pesanannya tumbuh lebih dari 50% year-on-year pada Q1 2022.
- Secara keseluruhan, take rate untuk segmen e-commerce tumbuh dari 2,5% pada Q1 2021 menjadi 2,9% pada Q1 2022.
Financial Technology Services
- GTV GoTo Financial pada Q1 2022 mencapai Rp77,5 triliun, tumbuh 91% year-on-year. GTV pada tahun 2021 mencapai Rp214,9 triliun, tumbuh 80% year-on-year.
- Dalam ekosistem GoTo, GoPay menjadi alat pembayaran pilihan untuk berbagai produk dan Sebagai contoh, jumlah konsumen yang menggunakan GoPay untuk transaksi layanan mobilitas atau pesan antar makanan tumbuh dari 43% pada Q1 2021 menjadi 55% pada Q1 2022.
- Pendapatan bruto Q1 2022 mencapai Rp358 miliar, tumbuh 47% year-on-year, dan pendapatan bruto tahun 2021 mencapai Rp1,1 triliun, tumbuh 12% year-on-year.
- Inisiatif produk baru mencakup:
- Integrasi GoPay di Tokopedia, yang menjadikan GoPay sebagai metode pembayaran pilihan pertama konsumen, hingga 93% dari seluruh pembayaran menggunakan uang elektronik di platform Tokopedia pada Q1 2022.
- Peluncuran GoPayLater Akhir Bulan di Tokopedia - ekspansi yang signifikan dalam hal penerimaan GoPayLater.
- Integrasi Bank Jago dalam aplikasi Gojek, sehingga konsumen dapat membuka rekening Bank Jago dari aplikasi Gojek.
- Penyatuan sistem poin rewards di seluruh ekosistem melalui peluncuran GoPay Konsumen dapat mengumpulkan dan menggunakan poin rewards di seluruh ekosistem, dan seluruh konsumen berhak menerima penyelarasan status, sehingga status loyalitas konsumen tetap konsisten di seluruh ekosistem GoTo.
- GoTo Financial memperoleh lisensi e-wallet pada Desember 2021, sehingga pengguna GoPay memiliki pilihan metode pembayaran lebih luas.
- Memperluas ketersediaan dan penggunaan GoPay seiring pulihnya bisnis pedagang offline dan bergabungnya pedagang barang digital dengan pertumbuhan cepat, seperti platform teknologi investasi dan teknologi kesehatan.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (“Environment, Social and Governance”)
GoTo hendak menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang melalui peningkatan dampak positif ekonomi dan sosial serta mengurangi dampak lingkungan di seluruh ekosistem kami.
- Pada tahun 2021, kami memperkenalkan komitmen “Tiga Nol” (Three Zeroes) : Nol Emisi, Nol Limbah, dan Nol Hambatan, yang akan dicapai pada tahun 2030. Memberikan tanggapan yang kredibel dan efektif terhadap berbagai tantangan dan kesempatan keberlanjutan, merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan bisnis kami, seraya memperkuat kapasitas kami dalam penciptaan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan dalam ekosistem GoTo.
- Kantor pusat Gojek dan Tokopedia kini menggunakan 100% energi terbarukan.
- Yayasan independen kami, Yayasan Anak Bangsa Bisa (“YABB”) didirikan untuk bekerja bersama berbagai komunitas paling terdampak pandemi COVID-19 serta menjamin keselamatan dan kesejahteraan semua orang di dalam ekosistem Perusahaan.
- Tahun 2021, kami telah menyalurkan Rp180 miliar untuk mendanai sejumlah inisiatif, termasuk di antaranya menyelenggarakan program vaksinasi secara luas dan menyumbangkan masker dan barang-barang kesehatan lainnya untuk para konsumen, pedagang, dan mitra pengemudi kami.
- Kami juga menyediakan transportasi ke sentra vaksinasi di Singapura dan untuk pekerja medis di Vietnam, menghapus sementara komisi untuk pedagang pada kategori tertentu, dan mendonasikan lebih dari 000 konsentrator oksigen untuk mendukung upaya Indonesia melawan COVID-19.
- Sebagai bagian dari upaya untuk menjadikan penawaran umum perdana saham (“IPO”) yang paling inklusif, Grup GoTo memperkenalkan Program Saham Gotong Royong.
- Perusahaan memberikan hibah kepada mitra pengemudi dan membentuk GoTo Future Fund - sebuah dana abadi yang bertujuan mendukung inisiatif dan solusi yang bermanfaat bagi kehidupan para pemangku kepentingan di dalam ekosistem GoTo.
- Para pedagang dan konsumen setia kami di Indonesia juga berkesempatan mendapatkan manfaat dari IPO, dengan mendapatkan akses prioritas untuk memesan penjatahan pasti saham Perusahaan. Selain itu, sebagai bagian dari program tersebut, seluruh karyawan tetap Perusahaan diikutsertakan dalam Rencana Insentif Jangka Panjang Perusahaan. (*/jay)