Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gandeng Apkrindo, Garda Pangan Kelola Makanan Surplus dan Sampah Organik

Administrator • Jumat, 11 Maret 2022 | 04:32 WIB
KERJASAMA: Tjahjono Harjono (empat dari kanan) dan Eva Bachtiar bersama angggota Apkrindo usai MoU kerjasama antara Apkrindo Jatim dan Garda Pangan untuk pengelolaan makanan surplus dan sampah organik.  (M. Afiq Firdaus)
KERJASAMA: Tjahjono Harjono (empat dari kanan) dan Eva Bachtiar bersama angggota Apkrindo usai MoU kerjasama antara Apkrindo Jatim dan Garda Pangan untuk pengelolaan makanan surplus dan sampah organik. (M. Afiq Firdaus)
SURABAYA –Garda Pangan, salah satu start up binaan Pemerintah Kota Surabaya yang bergerak di bidang food bank, menggandeng kalangan pengusaha café dan restaurant yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur.

Menurut Eva Bachtiar, CEO Garda Pangan, kerjasama dengan Aprkindo dimaksudkan untuk mengelola agar surplus makanan dan sampah organik dari para anggota Apkrindo dapat tertangani dengan baik dan benar. Selain bisa membantu mengatasi masalah sampah juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pihaknya berupaya mengkoordinasi makanan surplus dari restoran, katering, bakery, hotel, ataupun rumah tangga. Kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Surabaya dan sekitarnya, atau dikelola sebagai sampah organik agar memiliki nilai tambah.

“Sebelumnya kami sudah bekerjasama dengan industri, hotel, distributor buah, ritel hingga anggota Apkrindo dan membagikan ke masyarakat pra sejahtera yang membutuhkan,” kata Eva Bachtiar usai MoU dengan Apkrindo Jati, kamis (10/3).

Dikatakan, saat ini ada 155 titik lokasi penerima manfaat dengan total sekitar 130 ribu orang  di Surabaya. Makanan layak konsumsi tersebut biasanya didistribusikan ke kampung, panti asuhan, shelter pasien dan juga rumah susun. Namun sebelumnya harus dipastikan dulu dari sisi safety-nya dan higienitasnya dulu.

Dalam dalam MoU tersebut, ada dua jenis kerja sama dengan Apkrindo Jatim, yakni pengelolaan makanan surplus yang layak konsumsi untuk disalurkan ke masyarakat pra sejahtera, dan pengelolaan sampah organik.

"Harapan kami langkah ini akan berdampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Juga bisa mengurangi beban TPA di Surabaya," tambahnya.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono menyambut baik langkah yang dilakukan Garda Pangan agar makanan surplus dari beberapa kafe maupun restaurant tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu di Surabaya.

Total potensi jumlah makanan dari para anggota pengusaha kafe dan restoran di Surabaya dan sekitarnya sekitar 1 ton hingga 1,5 ton per hari bahkan bisa mencapai 3 ton. Itu jumlah yang tidak sedikit.

"Jika diproyeksi surplus makanan sekitar 10-20 persen dari total potensi, berarti ada sekitar 150-300 kilogram per hari, ini cukup besar," kata Tjahjono.

Tjahjono bersyukur selama ini banyak mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya. Sentra kuliner banyak yang dikerjasamakan Apkrindo Jatim. Dia berharap agar organisasi non profit banyak berkolaborasi dengan Apkrindo agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus lingkungan di Surabaya.

"Kerja sama ini bisa bermanfaat tidak hanya kepada anggota kami, tetapi juga orang-orang di sekitar komunitas kami. Sampah organik akan dikeloha Garda Pangan menjadi manggot (larva lalat)," ungkapnya.

Sementara itu, Hidayat Syah, Staf Ahli Walikota Surabaya Bidang Pembabgunan, Ekonomi dan Keuangan, mengatakan, Pemkot Surabaya mengapresiasi kerjasama yang dilakukan Garda Pangan dan Apkrindo Jatim. Selain bisa memberikan nilai tambah pada surplus makanan untuk masyarakat, juga bisa membantu mengatasi masalah sampah di Surabaya.

Saat ini di Surabaya diperkirakan ada sekitar 1200 ton sampah per hari, dimana 60 persen adalah sampah organik. Sehingga kerjasama Garda Pangan dan Apkrindo merupakan langkah kongkrit kalangan dunia usaha untuk ikut berperan mengatasi masalah sampah.

“Sebenarnya, sampah dan sisa makanan juga banyak dari rumah tangga. Namun mereka tidak tahu pendistribusiannya. Pemkot Surabaya sangat concern dengan langkah ini," kata Hidayat Syah. (fix/jay) Editor : Administrator
#Sampah Organ #Kelola Makanan Surplus #Garda Pangan #apkrindo