Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terkerek Harga Ikan, Nilai Tukar Nelayan di Jatim Naik 0,99 Persen

Administrator • Jumat, 4 Maret 2022 | 17:50 WIB
MEMBAIK: Nelayan penangkap ikan di Pamekasan. Kenaikan harga ikan turut berdampak pada meningkatnya nilai tukar nelayan. (ANTARA)
MEMBAIK: Nelayan penangkap ikan di Pamekasan. Kenaikan harga ikan turut berdampak pada meningkatnya nilai tukar nelayan. (ANTARA)
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur (Jatim) bulan Februari 2022 naik 0,99 persen. Dari 103,92 di bulan Januari 2022 menjadi 104,95 di bulan Februari 2022.

"Perkembangan NTN bulan Februari 2022 terhadap Desember 2021 (tahun kalender) naik sebesar 2,28 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Februari 2022 terhadap Februari 2021 (year on year) naik sebesar 6,63 persen," ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan, kemarin.

Dadang menambahkan, dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Februari 2022, semuanya mengalami kenaikan NTN. Provinsi Banten naik sebesar 1,33 persen, Provinsi DI Yogyakarta naik 1,11 persen, Provinsi Jawa Tengah naik 1,05 persen, Provinsi Jawa Timur naik 0,99 persen, Provinsi Jawa Barat naik 0,93 persen, dan Provinsi DKI Jakarta naik 0,53 persen.

"Pada Februari 2022 Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Jawa Timur turun sebesar 0,11 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,26 persen," jelasnya.

Sementara itu, lanjut Dadang, Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim bulan Februari 2022 turun 0,59 persen dari 102,33 menjadi 101,72. "Penurunan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,55 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,05 persen," katanya.

Menurutnya, pada bulan Februari 2022, dua subsektor pertanian mengalami penurunan NTP sedangkan tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan. Subsektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,37 persen dari 104,54 menjadi 103,11, diikuti subsektor peternakan sebesar 1,10 persen dari 100,77 menjadi 99,67.

"Sebaliknya subsektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar adalah subsektor hortikultura sebesar 3,89 persen dari 96,27 menjadi 100,01 diikuti subsektor perikanan sebesar 1,13 persen dari 102,72 menjadi 103,89 dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,12 persen dari 99,99 menjadi 100,11," jelasnya.

Lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Februari 2022, tiga provinsi mengalami penurunan NTP sedangkan dua provinsi mengalami kenaikan. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jatim sebesar 0,59 persen, diikuti Jawa Tengah sebesar 0,34 persen dan Banten sebesar 0,15 persen.

Sedangkan kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,13 persen diikuti Jawa Barat sebesar 0,02 persen. (mus/nur) Editor : Administrator
#BPS Jatim #Kenaikan Harga Ikan #nilai tukar nelayan