Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Potensi Market Besar, Hangry Kembangkan Bisnis Kuliner di Surabaya

Administrator • Selasa, 25 Januari 2022 | 19:46 WIB
(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)
SURABAYA – Potensi bisnis kuliner yang cukup besar membuat pengusaha terus melakukan ekspansi di Surabaya. Salah satunya Moon Chicken by Hungry yang memperluas marketnya di Surabaya dengan mengembangkan tiga outlet sekaligus.

Andreas Resha, Co-Founder & President Hangry mengatakan, pihaknya berharap pembukaan outlet di Surabaya adalah langkah untuk menjadikan bisnisnya makin berkembang dan hadir di kota-kota lain di Indonesia. Pelanggan dapat memesan aneka menu dari outlet terdekat melalui layanan pesan antar digital seperti GrabFood, GoFood, ShopeeFood dan Hangry App.

Selain Moon Chicken by Hungry, pihaknya telah berhasil mengembangkan brand in-house lainnya yang memiliki ciri khas masing-masing. Ada San Gyu by Hangry, kuliner Jepang, Dari Pada by Hangry,  minuman pengantar pesan, serta Ayam Koplo by Hangry, sajian ayam dengan resep andalan.

“Dengan model bisnis Hangry yang memiliki brand sendiri di dalam satu lokasi dapur bersama dan berfokus pada layanan pesan antar, kami yakin kehadiran di Surabaya akan bertumbuh cepat,” kata  Andreas Resha, Selasa (25/1).

Dikatakan, kehadiran Hangry di Surabaya merupakan strategi untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Dia yakin, tahun ini di kota Pahlawan ini ada sekitar 10 outlet secara bertahap.

Untuk mengembangkan bisnis kuliner, pihaknya mendapat pendanaan Seri A sebesar USD13 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk penambahan outlet-outlet baru, pengembangan strategi bisnis termasuk penguatan branding.

“Jadi Hangry tidak menjual franchise seperti halnya merek bisnis kuliner lainnya. Kami ingin standar produk brand tetap terjaga. Kami juga membangun kemitraan dimana seluruh operasional dari mitra, Hangry yang tetap menjalankan,” tambah Andreas.

Rei Safia, Head of Marketing Communications Hangry mengatakan, Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sangat menjanjikan bagi industri kuliner. Surabaya sendiri telah memiliki ragam makanan yang juga enak.

Data dari Apkrindo, walaupun industri kuliner di Jawa Timur sempat mengalami penurunan selama pandemi, namun kini sudah beranjak naik sekitar 20 -30 persen. “Jadi, kami rasa ini adalah waktu yang tepat bagi Hangry untuk memulai perjalanan di Surabaya,” ujar Rei Safia.

Dengan pencapaian dan perkembangannya hingga saat ini, Hangry pun bertujuan menjadi top of mind dari masyarakat Indonesia akan produk kuliner Indonesia. Hangry juga melihat potensi menjadi game changer pada industri kuliner karena telah menjadi pionir dari bisnis sejenisnya.

Sejak beroperasi Mei 2019, hingga saat ini Hangry memiliki 63 outlet yang ada di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. “Tiga outlet yang di Surabaya masih terpusat di wilayah Surabaya Timur. Untuk wilayah barat segera menyusul,” pungkas Rei Safia. (fix/jay) Editor : Administrator
#bisnis kuliner