Menurut CEO BSA Logistics Thomas Wenas, sebagai perusahaan logistik, operasional mereka harus efisien. Apalagi, angkutan logistik banyak mendukung kegiatan ekspor impor yang berlangsung 24 jam sehari. Sehingga armada yang prima sangat dibutuhkan.
Selama ini BSA Logistics banyak melayani kegiatan logistik kertas, crude palm oil (CPO), bio diesel, angkutan log dan pupuk. Angkutannya tidak hanya di perkotaan saja, namun juga sampai di daerah pedalaman.
“Dengan intensitas kerja yang tinggi, kami harus pastikan armada selalu fit, handal dan irit bahan bakar. Sebab, BBM berkontribusi sekitar 30-40 persen dari biaya logistik,” kata Thomas, Jumat (12/11).
Saat ini BSA Logistics memiliki sekitar 400-an unit armada. Dari jumlah tersebut sekitar 40-50 persen dari Isuzu karena dinilai memiliki mesin yang handal, irit, dukungan spare part dan service yang baik.
Sementara itu, CFO BSA Logistics, Henri S Setiawan menambahkan, untuk mendukung kelancaran operasional perseroan, pihaknya memilih kontrak servis dengan Isuzu. Tujuannya, agar ketika ada armada yang mengalami kerusakan bisa langsung ditangani oleh Isuzu.
Perbaikan bisa dilakukan di bengkel diler atau pihak Isuzu yang mendatangi unit yang butuh diservis. Selain itu, jika terjadi kerusakan di perjalanan dan membutuhkan penggantian spare part juga mudah karena banyak toko yang menjual. Bahkan, Isuzu juga menyediakan tenaga mekanik jika diperlukan.
“Dukungan spare part dan service ini sangat penting bagi kami. Karena BSA Logistics beroperasi di banyak kota seperti Jakarta, Surabaya, Lampung, Pekan Baru, Dumai, Medan, Palembang dan juga di Kalimantan,” ujar Henri S Setiawan.
Sementara itu, After Sales Service Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Budhi Prasetyo, mengatakan, Isuzu berkomitmen memberikan yang terbaik untuk para customer agar bisa beroperasi lebih efisien. Salah satunya dengan memperkuat layanan after sales service.
Pihaknya selalu menyediakan kebutuhan suku cadang di setiap area berdasarkan data history permintaan customer kepada outlet-outlet Isuzu di daerah. Sehingga saat customer memerlukan spare part bisa langsung ditangani dengan baik.
Saat ini Isuzu memiliki jaringan part shop sebanyak 2.403 unit, mini depo 12 unit, bengkel mandiri Isuzu 66 unit, dan 145 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) yang tersebar di Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.
“Selama ini lebih dari 95 persen permintaan suku cadang bisa kami penuhi. Waktu pengiriman ke daerah tergantung ketersediaan ekspedisi,” ujar Budhi Prasetyo.
General Manager Marketing PT IAMI, Attias Asril mengatakan, dalam tiga bulan terakhir penjualan kendaraan komersial Isuzu mengalami kenaikan. Hingga Oktober 2021 terjual sebanyak 19.600 unit dengan pangsa pasar sampai September 2021 sebesar 24,1 persen. “Kami optimis tahun ini ada kenaikan penjualan 60 persen dari tahun lalu,” pungkas Attias Asril. (fix/jay) Editor : Administrator