Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serapan Cabai Rawit Anjlok 50 Persen, Harga pun Merosot

Administrator • Selasa, 7 September 2021 | 23:57 WIB
HARGA TURUN: Stok cabai rawit di Pasar Keputran, Surabaya, berlimpah, Senin (6/9). (ANDY SATRIA)
HARGA TURUN: Stok cabai rawit di Pasar Keputran, Surabaya, berlimpah, Senin (6/9). (ANDY SATRIA)
SURABAYA - Harga cabai rawit di pasaran terus merosot. Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur Nanang Triatmoko menyebutkan, harga cabai rawit sempat pada kisaran Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram di tingkat petani.
"Kalau saat ini sudah Rp 9.000 per kilogram. Naik tapi sedikit sekali," kata Nanang.

Menurut dia, penyebab turunnya harga cabai rawit adalah selain hasil produksi melimpah, juga karena dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Nanang mengatakan, saat ini yang sedang panen adalah Madura dan Banyuwangi, dan akan mengalami puncak panen pada Oktober mendatang.

"Harapan kami, PPKM segera dibuka karena selama PPKM serapannya hanya 50 persen. Ini disebabkan banyak hotel, restoran dan kafe (horeka) yang tutup, bahkan PKL juga. Kalau ini terus berlangsung, maka bisa dipastikan harga cabai rawit pada puncak panen semakin anjlok," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo mengatakan produksi cabai rawit pada September diperkirakan mencapai 33.736 ton. Kemudian bulan Oktober 22.447 ton. "Secara umum hingga akhir Desember produksi cabai rawit selama setahun mencapai 426.571 ton dengan konsumsi untuk pangan setahun 66.958 ton. Maka neraca pada tahun 2021 surplus 359.613 ton," jelasnya.

Sedangkan produksi cabai besar pada September diperkirakan mencapai 9.039 ton serta Oktober 7.189 ton. "Secara umum hingga akhir Desember produksi cabai besar selama setahun mencapai 96.914 ton dengan konsumsi untuk pangan setahun 64.883 ton. Maka, neraca pada tahun 2021 surplus 32.031 ton. Kalau terkait harga yang turun kemungkinan karena hasil produksi yang meningkat," pungkasnya. (mus/rek) Editor : Administrator
#Harga Cabai Rawit #Dinas Pertanian Jatim #Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia #AACI Jatim