Dengan beroperasinya GI sekaligus menandai beroperasinya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bangil-New Porong. Total investasi yang dikeluarkan PLN untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan ini mencapai Rp112 miliar.
Pemberian tegangan pertama atau energize GI 150 kV New Porong berhasil dilaksanakan pada Sabtu (28/8) pukul 21.24 WIB. Dengan beroperasinya GI 150 kV New Porong akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di pulau Jawa khususnya di Jawa Timur.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Timur dan Bali (UPP JBTB) 2, Rizki Aftarianto, mengungkap rasa syukurnya dengan berhasilnya pemberian tegangan pertama GI 150 kV New Porong.
“Ini menjadi bentuk komitmen nyata PLN di masa pandemi dalam usaha memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Khususnya di Jawa Timur. Juga sebagai bentuk nyata dari komitmen yang diberikan PLN dalam mendukung pelayanan pelanggan,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa dengan beroperasinya GI 150 kV New Porong yang terhubung langsung ke GI 150 kV Bangil melalui SUTT 150 kV Porong-Bangil akan menggabungkan dua subsistem yakni sistem Grati dan Sistem Krian. Selanjutnya akan melayani kebutuhan pelanggan di beberapa lokasi sekitar Porong. GI dengan kapasitas trafo 60 Mega Volt Ampere (MVA) ini akan sangat membantu dalam mendukung kelistrikan di Jawa Timur.
Ditemui pada kesempatan berbeda, General Manager PLN UIP JBTB, Djarot Hutabri EBS mengungkapkan dengan berhasilnya pemberian tegangan GI 150 kV New Porong maka sistem kelistrikan akan semakin andal dalam menopang wilayah Jawa Timur sekaligus sebagai rencana evakuasi daya dari Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bangil, dan pengalihan beban distribusi dari GIS 150 kV Bangil dan GI 150 kV Bumicokro dengan total daya sekitar 48 MW. (*/jay) Editor : Administrator