SURABAYA – Jika harga daging di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) meningkat, namun hal tersebut tidak terjadi di Jawa Timur (Jatim). Dinas Peternakan Jatim memastikan stok daging sapi aman sehingga harga tetap stabil.
“Untuk harga berat sapi hidup masih berada pada kisaran harga Rp 43.000 – Rp 45.000 per kilogram (kg). Sedangkan harga daging murni (potong) sekitar Rp 100.000 hingga Rp 10.8500 per kg,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jatim Wemmi Niamawati kepada Radar Surabaya.
Wemmi menambahkan, stok sapi potong di Jatim masih surplus. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jatim, pada triwulan keempat 2020 (Oktober, November, Desember) ketersediaan sapi potong di Jatim mencapai 26.739 ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat 26.534 ton, sehingga surplus 205 ton.
“Sedangkan bulan Desember 2020 ketersediaan sapi potong di Jatim mencapai 10.679 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat 10.474 ton, surplus 205 ton,” jelasnya.
Terpisah Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan Jatim Kusdiyarto mengatakan, stok sapi potong bulan Januari 2021 sebanyak 7.930 ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya 6.983 ton, sehingga surplus 947 ton. “Bisa dipastikan stok sapi di Jatim sangat stabil dan jarang sekali ada kenaikan harga,” katanya.
Menurutnya kebutuhan sapi nasional 43 persennya disuplai dari Jatim. Sapi dari Jatim ini dikirimkan ke DKI, Banten, dan Jawa Barat. “Ini bisa diartikan kalau Jatim tidak akan pernah kekurangan stok daging sapi,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan juga mengatakan hal yang sama. Yakni harga daging sapi masih stabil, belum ada kenaikan signifikan seperti di Jabodetabek. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga daging sapi untuk Rabu (20/1) Rp 108.857 per kg, sedangkan Kamis (21/1) Rp.108.983 per kg.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging dan Sapi (PPDS) Jatim Muthowif mengatakan, harga sapi di pasaran saat ini masih relatif normal. Yakni masih pada kisaran Rp 100.000 hingga 110.000 per kg.
“Kenaikan harga ini kan hanya di Jabodetabek karena daging sapi yang dijual adalah sapi BX yang diimpor dari Australia. Untuk sapi BX harga berat hidup sekitar Rp 54.000 per kg, sedangkan harga sapi lokal hanya Rp 46.000 – Rp 47.000 per kg,” katanya.
Muthowif mengatakan, jika tidak ada tindakan dari pemerintah, ia memprediksi kenaikan harga ini bisa terjadi di Jatim dalam dua bulan ke depan. Pasalnya pergerakan daging sapi akan diarahkan ke Jabodetabek. “Kami juga menyayangkan kenapa harga sapi di Jatim bisa stabil karena ada juga oknum pedagang yang sengaja mencampur dengan daging kerbau,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Daging (PPD) Jatim Dondik Agung Subroto mengatakan, sebenarnya ketersediaan sapi ada kaitannya dengan demand (permintaan). Menurutnya, kalau saat ini bisa dibilang demand berkurang.
“Karena adanya pembatasan akibat Covid-19 sehingga hajatan tidak boleh, pengusaha makanan dibatasi membuat demand berkurang. Nah kalau saat ini mengalami peningkatan ketersediaan sapi berkurang. Ini harus ada solusi duduk bersama antara pemerintah, pedagang hingga masyarakat dengan harapan tidak menimbulkan gejolak nantinya,” ungkapnya. (mus/nur)
Editor : Administrator