Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PLB Bisa Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Administrator • Senin, 10 Agustus 2020 | 14:49 WIB
PLB Bisa Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Jatim
PLB Bisa Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

SURABAYA - Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur di tengah kondisi pandemi Covid-19, salah satunya dengan memanfaatkan Pusat Logistik Berikat (PLB). Hal ini karena banyak kemudahan yang didapat kalangan pengusaha.


Menurut Iko Sukma Handriadianto, direktur PLB PT Gunung Mas Samudra, sebenarnya peran PLB untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Sebab, kalangan pengusaha akan mendapatkan banyak kemudahan biaya yang terkait dengan pabean dan pajak.


Namun, sejauh ini belum banyak yang memahami terutama kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebab itu, sosialisasi dan edukasi harus terus dilakukan agar ke depan kegiatan bisnis terutama ekspor impor bisa terus bertumbuh.


“Keberadaan PLB bisa mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Jatim. Sebab, proses kegiatan bisnis terintegrasi secara digital,” kata Iko Sukma usai menerima barang impor pertama.


Dijelaskan, beberapa kemudahan untuk pelaku usaha yang memanfaatkan PLB di antaranya tidak dikenakan bea masuk impor untuk barang tertentu yang sudah ditetapkan pemerintah. Mereka juga bisa melakukan kegiatan proses industri sederhana seperti packaging, labelling dan kegiatan lainnya.


Kemudahan ini didukung oleh semua stake holder dan pelaku ekonomi yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi termasuk UMKM di Jatim. Sehingga, pergerakan barang impor kebutuhan bahan baku industri dan ekspor barang jadi bisa lebih cepat dan efisien.


“Barang impor yang sudah masuk juga bisa dikeluarkan secara parsial sehingga tidak membebani pelaku usaha. Hal ini bisa memperbaiki cashflow. Biaya bisa dihemat antara 5-20 persen,” tambahnya.


Dia mengaku, pelaku usaha terutama dari kalangan UMKM di Jatim harus terus diedukasi dan didorong agar level mereka meningkat. Sebab di era digital sekarang, kesempatan untuk mengembangkan usaha ekspor impor cukup terbuka lebar.


“Banyak yang belum paham. Padahal peluang ekspor seperti hasil aneka kerajinan dari Jatim ke sejumlah negara di Asean cukup besar seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, China, dan Korea,” tandasnya.


Selama ini yang dipahami kalangan pelaku UMKM, kata dia, ekspor harus dilakukan dalam jumlah besar. Padahal, tidak demikian. Ekspor bisa dilakukan dalam jumlah kecil dan bisa dilakukan langsung ke end-user. Karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan terutama pada pelaku UMKM di Jatim.


Selama ini, UMKM hanya menjadi supplier eksportir. Sekarang harus naik kelas menjadi pelaku ekspor sendiri. Barang ekspor juga tidak hanya hasil kerajinan saja, namun dikembangkan ke produk yang lain seperti makanan olahan, makanan beku, fashion dan banyak lagi lainnya.


“Meskipun negara lain juga terkena pandemic Covid-19, namun peluang untuk melakukan ekspor masih terbuka. Sekarang ada permintaan masker dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong. Peluang ini harus dimanfaatkan pelaku UMKM di Jatim,” tandas Iko Sukma.


Iko mengaku bahwa semester dua adalah momen bagus bagi pelaku usaha untuk mengejar ketertinggalan pada semester pertama yang jeblok akibat pandemic Covid-19. Meskipun masih wait anda see, namun mereka optimis segera ada recovery. Sebab, kebutuhan barang biasanya melonjak pada akhir tahun.


“Agustus sudah ada perbaikan. Industri dan perkantoran sudah mulai buka. Pasar internasional juga sudah menyambut baik. Kami optimis target 400 Teus tiap bulan akan tercapai,” ujar Iko Sukma Handriadianto. (fix/jay)

Editor : Administrator
#covid 19 #pertumbuhan ekonomi di jatim