SURABAYA – Pasar industri farmasi masih terbuka lebar. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin tinggi. Hal ini turut mengerek permintaan vitamin maupun suplemen penjaga daya tahan tubuh, yang secara tidak langsung juga mendorong industri untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya.
Presiden Direktur PT Argo Mitra Alimentare Ge Recta Geson mengungkapkan, pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Pasanya, perusahaan menargetkan hingga awal tahun depan dapat mencapai kapasitas terpasang sebanyak 125.000 botol. “Kalau ini tercapai, berarti misi menyehatkan masyarakat bisa terwujud. Dengan tubuh yang sehat, maka biaya perawatan tubuh bisa berkurang lebih dari separo,” terangnya.
Mulanya, produsen minuman probiotik yang membantu microbiota dalam pencernaan ini memproduksi satu tangki yang menghasilkan 1.800 botol pada bulan Maret lalu. “Semuanya terserap habis oleh pasar. Bulan berikutnya kami produksi lagi dalam jumlah yang sama dan habis. Karena itu pada bulan Mei, kami menambah produksi hingga 5.400 botol,” ujarnya.
Produksi ini terus ditambah, pada bulan Juli depan, pihaknya akan memproduksi sebanyak lima tangki sekaligus. Recta optimis, produk imuno modulator ini dapat terserap pasar. Mengingat manfaatnya tidak hanya dapat dirasakan oleh orang sakit, tetapi juga oleh orang sehat demi meningkatkan daya tahan tubuh.
Hingga saat ini, suplemen daya tahan tubuh tersebut telah dijual melalui distributor di Surabaya, Solo, Jakarta, Bali dan Lampung. Selain itu juga tersedia di apotek, supermarket bahkan market place.
Di sisi lain, saat ini produk ini sedang diuji klinis di RSUD dr. Soetomo dengan 100 staf medis yang berhubungan langsung dengan pasien Covid-19. “Mereka setiap hari terpapar virus, tapi tidak sakit. Dengan mempelajari lima marker imun itu, bisa dijelaskan bahwa imun yang kuat bisa melawan semua penyakit. Tidak hanya Covid-19,” jelasnya.
Untuk pengembangan produk, dalam waktu dekat, pihaknya akan memproduksi turunan minuman probiotik ini khusus untuk anak-anak. “Jadi ada varian rasanya. Rencananya tahun ini juga,” ujarnya. Selain itu, di tahun selanjutnya, pihaknya juga akan memproduksi dalam bentuk nassal spray dan produk kering dengan partikel nano.
Terpisah, Ketua GP Farmasi Jawa Timur Philips Pangestu mengungkapkan jika industri farmasi Jatim memiliki prospek yang cerah ke depan. Khususnya industri vitamin C yang mengalami peningkatan demand hingga delapan kali lipat selama hampir satu semester ini. (cin/jay)