SURABAYA – Penjualan parcel menjelang Hari Raya Idulfitri 2020/1441 Hijriyah menurun drastis dari tahun sebelumnya. Hal itu sangat dirasakan oleh para pedagang di Jalan Ondemohen, Kecamatan Genteng Kali.
Karyawan di salah satu toko parcel di jalan tersebut, Nurul Elmiana, 44, mengaku hasil penjualannya sejak bulan Maret lalu mulai tampak ada penurunan. Bahkan, pada awal bulan Mei ini penjualannya semakin menurun tajam. “Tambah sepi sekarang. Mungkin dampak dari adanya virus Covid-19 ini jadi semakin jarang yang beli,” kata Nurul.
Di masa pandemi Covid-19 ini, dirinya mengaku tak tinggal diam di tempat. Dia memutar otak agar dagangan parcelnya tetap laku untuk dijual. Dirinya sebagai karyawan melakukan jemput bola untuk menawarkan dagangnya melalui cara online dan via Whatsapp (WA).
“Ya saya WA satu-satu ke pelanggan-pelanggan tetap. Kalau ada yang minat baru saya fotokan barangnya serta harganya berapa saja. Kalau diem saja di toko ya nggak laku-laku,” jelasnya.
Rata-rata pelanggan tetapnya adalah bos-bos pengusaha yang memiliki banyak karyawan dan ada juga perorangan yang biasa membeli digerainya itu. Pada lebaran tahun 2019 lalu, dirinya mempunyai stok hingga 10.000 parcel. Namun pada saat pandemi kali ini, hanya memiliki stok 2.500 parcel.
Selama pandemi ini, selain menurunnya minat pembeli juga rata-rata pelanggannya membeli parcel yang bernilai murah. Yaitu dikisaran Rp 500 ribu ke bawah. “Ya itu sekarang harganya juga kami ubah, menjadi Rp 95 ribu hingga Rp 2 juta. Dulu ada yang sampai Rp 3 juta,” imbuhnya.
Di masa seperti saat ini, dirinya hanya bisa pasrah ketika ditanya mengenai penjualan oleh pemilik usaha parcel di tempatnya bekerja itu. “Iya pasrah aja, sambil diimbangi usaha. Memang kondisinya seperti ini, biasanya juga ada pemeriksaan BPOM tapi sejauh ini masih adem ayem saja,” tandasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator