Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dispaperta Buka Pasar Tani untuk Pasok Gula

Administrator • Sabtu, 14 Maret 2020 | 19:43 WIB
Dispaperta Buka Pasar Tani untuk Pasok Gula
Dispaperta Buka Pasar Tani untuk Pasok Gula


SIDOARJO-Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo menggelontor 200 kg gula pasir premium yang dijual di pasar tani, Jumat (13/3) di halaman kantor. Gula yang dipasok dari stok Pabrik Gula (PG) Candi Baru tersebut dijual dengan harga Rp 11.500 perkg-nya. Warga hanya boleh membeli maksimal dua kg saja. 


Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada warga bisa membeli gula murah yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kg. 


Warga resah sebab seminggu belakangan, harga gula di Sidoarjo bertengger di antara Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kg. Sehingga harga jualnya jauh melebihi HET. Jumat (13/3) harga gula di Pasar Taman masih tinggi, Rp 17 ribu. Di Pasar Larangan Kecamatan Candi gula per kg dijual Rp 16.200. Di pasar Tulangan, Rp 16 ribu per kg. 


Pasar tani memang baru dimulai pukul 06.30, tapi setengah jam sebelumnya warga sudah rela mengantre. Sehingga gula murah itu habis dalam waktu kurang dari satu jam. Selain ke PG Candi Baru, Dispaperta juga sudah berkoordinasi dengan PG Kremboong. Namun hanya PG Candi Baru yang masih memiliki stok gula dari sisa masa giling tahun lalu. 


Kasi Produksi Perkebunan Dispaperta Sidoarjo Ririn Budiarti menyebut stok gula di pasar sekarang sedang menipis. Sedangkan masa giling diperkirakan berlangsung pada bulan Juni. “Kemungkinan stok kosong karena setelah dibeli broker. Setelah itu tidak diketahui keberadaannya, gula dipasok kemana saja. Makanya membuat gula menghilang di pasaran. Harga jadi mahal,” katanya. 


Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispaperta Sidoarjo Nurwatiningsih mengatakan, bahan baku tebu masih cukup di Sidoarjo. Kapasitas produksi masih 27 ribu kwintal per hari pada dua PG yang ada ketika masa giling tiba. “Rendemen rata-rata delapan,” ujarnya. 


Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Listyaningsih menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa distributor gula di Jawa Timur untuk bisa memasok gula ke Sidoarjo. “Masih cari harga yang cocok,” terang Lis-sapaan akrabnya. 


Beberapa waktu lalu, Disperindag Sidoarjo sempat mendapat tawaran dari distibutor gula di Madura. “Tapi kita jadi ambil, karena keduluan Madiun,” ungakapnya. 


Sementara itu rencana Bulog Subdivre Surabaya Utara mendatangkan 300 ton gula dari mitra pengadaan di Lampung masih proses. Gula yang direncanakan bisa masuk gudang di Kecamatan Buduran Sidoarjo dalam minggu ini belum dapat terealisasi.  “Kami berikan batas waktu pemasukan dari Selasa (3/3) bertahap sampai Selasa (24/3). Mudah sebelum itu seluruh gula sudah masuk ke gudang kami,” tandas Wakil Kepala Bulog Subdivre Surabaya Utara Imam Mahdi. 


Gula tersebut nantinya akan didistribusikan untuk kebutuhan di Sidoarjo, Gresik dan Surabaya. (rpp/vga)

Editor : Administrator