GRESIK - Meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) turun, namun beberapa perbankan justru menaikkan kenaikan suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Dalilnya beberapa perbankan, kenaikan tersebut wajar dan sudah sesuai ketentuan.
Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis BNI Gresik, Tri Rahayu Septiwi mengatakan, kenaikan suku bunga KPR merupakan hal yang biasa terjadi setiap bulannya.
“Kami setiap bulan melakukan rapat untuk penentuan suku bunga kredit termasuk KPR. Sehingga dia menganggap kenaikan suku bunga KPR ini merupakan hal yang biasa karena korporasi menyesuaikan dengan suku bunga acuan kurang lebih tiga bulan,” kata dia.
Sementara itu, Manager Founding Bank Mandiri, Arief Rahmat mengatakan kebijakan bank lain menaikkan suku bunga KPR akan menjadi peluang bagi Mandiri menggaet nasabah eksisting agar melakukan take over kredit. “Bagi nasabah yang kreditnya kami take over dari bank lain, kami menyiapkan bunga hanya 9 persen,” ujarnya.
Dikatakan, sepanjang semester I/2019 Bank Mandiri Area Gresik menyalurkan kredit KPR hingga Rp 90 miliar. Dibandingkan tahun 2018, penyaluran tahun ini lebih lambat.
“Tahun lalu semester I, kami sudah di atas Rp 100 miliar sehingga kami menganggap tantangan tahun ini cukup berat,” jelasnya. Kendati demikian, Arief optimistis target penyaluran KPR tahun ini senilai Rp 180 miliar bisa tercapai. “Sudah ada strategi mendorong penertasi kredit,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Cabang Bank BTN Gresik, Zuchrizal enggan menanggapi kenaikan bunga KPR yang saat ini terjadi di BTN. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon dia enggan menjawab. Begitu juga di chat whatsapp, juga hanya dibaca saja.
Kendati demikian, berdasarkan informasi bank yang telah ditunjuk resmi oleh Pemerintah dalam menyalurkan kredit hunian itu menghadapi banyak tantangan di bisnis. Di antaranya, suku bunga acuan semester I yang belum diturunkan sehingga menyebabkan biaya dana bunga meningkat. (fir/han)
Editor : Administrator