Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Industri Kreatif Jadi Target Market Produsen Printer

Administrator • Kamis, 1 Agustus 2019 | 00:22 WIB
Industri Kreatif Jadi Target Market Produsen Printer
Industri Kreatif Jadi Target Market Produsen Printer



SURABAYA - Produk printer Canon menargetkan tahun ini bisa menguasai 45 persen dari market share penjualan produk printer di Indonesia. Salah satunya yakni dengan menyasar industri yang sedang berkembang saat ini, sperti industri kreatif. Target ini jika bisa tercapai, maka Canon bisa bertahan selama 20 tahun mendominasi penjualan printer terbanyak di Indonesia.


“Untuk di Surabaya sendiri, pangsa pasarnya terbesar kedua se-Indonesia,” kata Marketing Executive of Canon Consumer System Product Division PT Datascrip Marcellinus Lirus di sela acara launching Canon Pixma G6070m G5070, dan GM 2070 di Surabaya.


Menurut Marcelinus, saat ini hingga kuartal kedua 2019, tercatat market share printer Canon mencapai 40 persen. Ini menunjukkan bahwa Canon masih mendominasi dibandingkan kompetitor lainnya.


Untuk terus meningkatkan penjualan, kata Marcelinus, pihaknya pun selalu meng-update keberadaan printer sesuai kebutuhan zaman. Misalnya saja, saat ini untuk printer G6070, yang bisa dibuat untuk mencetak hiasan untuk kuku yang cantik. Ini sangat cocok untuk anak-anak milenial.


Khusus untuk produk ini, ditargetkan bisa terjual sekitar 100-150 unit per bulan. Dan diharapkan,nantinya akan terus meningkat penjualannya.


Sementara itu Epson Indonesia juga terus agresif menggenjot penjualan printer fotonya. Salah satunya dengan meluncurkan mesin Epson Surelab D830 yang menyasar para pelaku fotografi di Surabaya.


Product Marketing Commercial & Industry Manager PT Epson Indonesia Lina Mariani menuturkan, pasar printer foto di Jawa Timur dan Indonesia Timur masih cukup bagus. Meskipun di era digital saat ini banyak orang yang menyimpan fotonya di handphone, tetapi untuk beberapa momen tertentu seperti pernikahan, wisuda, dan pendaftaran sekolah, orang-orang masih butuh mencetak foto.


“Di momen-momen itu hampir semua orang pasti butuh untuk mencetak fotonya,” terangnya di Surabaya, kemarin (30/7). Hal ini yang masih menopang pertumbuhan printer foto.


Selain itu, mesin printer ini memang menyasar para pelaku usaha foto studio maupun wedding organizer yang mana jumlahnya selalu bertambah sehingga dinilai sangat potensial untuk terus digarap. Meskipun diakui Lina pertumbuhan printer foto Epson secara keseluruhan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, pihaknya tetap optimistis mampu tumbuh positif.


“Kalau fotografi memang secara market-nya tidak terlalu naik, tapi kami masih optimistis,” ujarnya. Di sisi lain, untuk printer tekstil Epson masih mencatatkan pertumbuhan hingga double digit. (cin/nur)

Editor : Administrator
#umkm #industri kreatif