Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PIHC : Pembayaran Tunggakan Subsidi Pupuk Sesuai Mekanisme

Administrator • Jumat, 28 Juni 2019 | 18:33 WIB
PIHC : Pembayaran Tunggakan Subsidi Pupuk Sesuai Mekanisme
PIHC : Pembayaran Tunggakan Subsidi Pupuk Sesuai Mekanisme

GRESIK - PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menegaskan, pembayaran tunggakan subsidi pupuk hingga kini masih lancar. Alur pembayarannya juga sesuai dengan komitmen pemerintah.


Hal itu disampaikan Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana. Dia meminta anak perusahaan PIHC yakni pabrik pupuk BUMN di Tanah Air untuk bersabar menunggu pembayaran tunggakan subsidi pupuk. Sebab, untuk proses pembayaran subsidi harus melalui proses administrasi yang lengkap.


“Seluruh dokumen terkait administrasi subsidi pupuk harus dilengkapi sebelum bisa dibayarkan. Sehingga timbul piutang subsidi tersebut,” katanya.


Dikatakan, selama ini pemerintah memenuhi komitmennya untuk membayar tunggakan subsidi pupuk yang menjadi beban sejumlah anak perusahaannya. PIHC menyadari lamanya proses administrasi dikarenakan proses verifikasi dari Kementan yang ketat.


Untuk itu, kata dia, apabila saat ini ada keterlambatan pembayaran salah satunya dikarenakan proses administrasi saja.  “Pemerintah ingin membuktikan bahwa pupuk subsidi memang sudah didistribuskan sesuai dengan prinsip enam tepat,” imbuhnya.


Sebelumnya sejumlah anak perusahaan Pupuk Indonesia mengeluhkan banyaknya piutang pupuk subsidi oleh Kementan. Salah satunya PT Petrokimia Gresik dan Pupuk Sriwijaya Palembang.  Untuk PT Petrokimia Gresik, sepanjang Januari hingga Mei 2019 beban piutang PT Petrokimia Gresik senilai Rp 999,8 miliar. Angka itu belum ditambah dengan besaran putang lama yang mencapai Rp 5,8 triliun.


“Pada 2015 terdapat sisa kurang bayar Rp 2,5 triliun sedangkan pada tahun 2018 Rp 3,5 trilun. Sehingga jika dijumlah dengan tahun ini angkanya mencapai kurang lebih sekitar Rp 6 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono dalam rapat bersama Komisi IV DPR-RI Gresik yang membidangi persoalan Pertanian, Pangan, Maritim dan Kehutanan awal pekan lalu. (fir/ris)

Editor : Administrator