Ketua Asosiasi E-commerce Gresik, Dimas Prasetya menyebut, produk pakaian masih menjadi favorit konsumen. Selama ini industri E-Commerse di Gresik menjadikan produk tersebut sebagai tulang punggung untuk meraup pendapatan.
"Hijab dan busana muslim menjadi barang yang paling banyak dicari. Jika beli toko offline terlalu mahal. Sehingga banyak yang lari ke online shop,” ujar pemilik usaha hijab Kasava itu.
Dikatakan, anggotanya yang didominasi penjahit online itu, kini mulai terjun menggeluti bidang usaha ini dengan sistem pre order. “Dua bulan sebelum masuk Ramadan kami gencar menawarkan berbagai baju dan produk busana muslim. Tidak jarang antar sesama pengusaha saling bertukar produk untuk dijual,” imbuhnya.
Dijelaskan, dari total jumlah anggotanya yang mencapai lebih dari 130 pelaku usaha. Itu jika di total omzet yang berhasil dicatatkan sepanjang ramadan tahun lalu mencapai Rp 600 juta hingga Rp 800 juta.
“Sepertinya memang mudah dan simple namun jika ditelisik lebih dalam usaha online shop ini memiliki untung yang besar karena tidak memerlukan investasi toko,” tandasnya.
Hal yang sama disampaikan Ketua Woman Online Shop Gresik, Imelia Manggaraiwati. Dia mengatakan tidak jarang order yang datang justru berasal dari konsumen di desa.
“Biasanya saudarannya yang pesan untuk oleh-oleh sanak keluarga di kampung halaman. Kemudian diminta dikirim ke alamat tertentu,” katanya.
Menurutnya banyaknya masyarakat yang beralih membeli barang di dunia online dikarenakan masyarakat tergiur kemudahan yang ditawarkan e-commerce ditambah promo yang gencar dilakukan.
“Setiap Ramadan, kami selalu mengalami peningkatan penjualan yang drastis.Peningkatan transaksi terjadi cukup signifikan sejak awal Ramadan hingga H-7 lebaran,” pungkasnya. (fir/ris) Editor : Administrator