SURABAYA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) giat mendorong pertumbuhan investor dengan kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI.
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, berdasarkan data KSEI hingga akhir Februari 2019, Jawa Timur (Jatim) menduduki posisi ketiga jumlah investor terbanyak, yakni sejumlah 41.607 investor yang berdomisili di Surabaya. Sedangkan secara nasional, total jumlah investor Jatim sejumlah 111.087 investor.
"Kalau untuk investor di pasar modal Indonesia sendiri telah mencapai 1,7 juta investor yang mencakup invetor pemilik efek, reksadana, dan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia," jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya mulai gencar untuk merealisasikan pengembangan KSEI agar mampu memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia. "Sehingga mampu menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal," tuturnya.
Friderica menyampaikan, sepanjang 2018 kemarin, pihaknya telah merampungkan beberapa pengembangan seperti C-Best Next-G, yang merupakan sistem penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek di paaar modal. "Kami juga mengambil peran dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian yang sebelumnya tiga hari menjadi dua hari," katanya.
Beberapa pembangunan lain yang juga tengah dilakukan KSEI di antaranya inisiasi simplifaksi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Reksa Dana Nasabah (RDN) sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia. "Kami juga ingin mendorong masyarakat agar memanfaatkan fasilitas AKSes ini dengam maksimal," ujarnya.
Selain itu, Friderica juga menambahkan, terkait adanya manfaat SID sebagai perlindungan investor. Sebab, SID ini menghubungkan aset investor (crosslink), mempermudah pengawasan transaksi dan proses penyelesaian transaksi bursa. Ia mencatat pertumbuhan SID hingga saat ini mencapai 3,15 persen.
"Pada bulan Februari 2019 total ada 1,7 jutaan investor untuk semua saham, obligasi, maupun reksadana," tuturnya. Sementara, secara demografi investor individu per Februari 2019, usia investor di bawah 30 tahun berkontribusi sekitar 37,91 persen.
"Hal ini merupakan hasil dari gencarnya dibangun galeri investasi sebagai sarana edukasi di kalangan milenial untuk turut berkontribusi di pasar modal," imbuhnya. Sedangkan total jumlah investor di wilayah Jawa tumbuh sekitar 73,24 persen dengan nilai aset hingga Rp 2,209,25 triliun. (cin/nur)
Editor : Administrator