Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Daya Beli Naik, Ritel Fashion Asing di Jatim Tumbuh 15 Persen

Administrator • Selasa, 5 Maret 2019 | 23:54 WIB
Daya Beli Naik, Ritel Fashion Asing di Jatim Tumbuh 15 Persen
Daya Beli Naik, Ritel Fashion Asing di Jatim Tumbuh 15 Persen



SURABAYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut pertumbuhan industri fashion asing di Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya dinilai cukup menggairahkan. Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup dan daya beli yang juga meningkat.


Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi menjelaskan, saat ini jumlah tenant fashion dengan merek asing semakin banyak. Beberapa brand luar negeri yang sudah masuk di pusat perbelanjaan Surabaya, antara lain H&M, LC Waikiki, Uniqlo, Pull and Bear, Zara, sampai Stradivarius.


Sutandi menuturkan, sepanjang tahun 2018, penjualan ritel fashion dari luar negeri di Surabaya berhasil mengalami pertumbuhan sekitar 8-15 persen dibanding tahun sebelumnya. "Dalam waktu dekat juga akan ada lagi brand fashion asing yang siap masuk di TP 6. Yaitu Max Fashion dari Dubai," ungkapnya. Selain itu, merek H&M dan Uniqlo juga akan melakukan perluasan.


Menurut Sutandi, banyaknya investor asing di bidang fashion yang mengincar market Surabaya antara lain karena tingkat konsumsi masyarakat Jatim terhadap baju branded semakin menunjukkan tren positif. Selain itu juga diiringi dengan daya beli masyarakat di segmen menengah yang terus bertumbuh.


Meskipun gempuran brand asing ke Surabaya cukup tinggi, namun komposisi jumlah tenant brand asing dengan produk lokal masih berbeda. Sutandi mengungkapkan, untuk mall kelas A, tenant merek lokal masih mendominasi sekitar 60 persen. Sisanya baru diisi brand luar negeri.


"Dengan banyaknya mal-mal yang memberikan berbagai pilihan brand internasional dan juga lokal, maka Surabaya sangat berpeluang besar menjadi pusat fashion di Indonesia Timur," tegasnya.


Pihaknya memproyeksi pertumbuhan ritel fashion di semester satu ini akan tumbuh sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Didorong oleh adanya momen Lebaran dan tahun ajaran baru sekolah. "Pengalaman tahun lalu ketika menjelang lebaran, toko-toko fashion di mal mengalami panen yang cukup besar karena selalu full didatangi masyarakat," ungkapnya. (cin/nur)

Editor : Administrator