Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kalah Bersaing, Lima Pabrik Gulung Tikar

Administrator • Kamis, 19 Juli 2018 | 18:35 WIB
Kalah Bersaing, Lima Pabrik Gulung Tikar
Kalah Bersaing, Lima Pabrik Gulung Tikar



Lima perusahaan atau pabrik di Gresik gulung tikar karena tidak mampu bersaing. Mayoritas perusahaan yang menutup bisnisnya bergerak di bidang industri kayu dan tekstil.


Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Gresik, Agus Mualif mengatakan  perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat saat ini membuat lima perusahaan di Gresik berhenti beroprasi. Hal ini membuat sekitar 300 orang terkena PHK.


“Saya tidak hafal nama-nama perusahaannya. Meskipun begitu jumlah pabrik yang tutup lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.


Dikatakanyaa, saat ini pihaknya sedang memproses administrasi PHK perusahaan-perusahaan tersebut. Dipredikasi, iklim industri di Gresik stagnan sehingga akan banyak terjadi PHK.


“Industri padat karya tergolong industri yang rentan melakukan PHK massal. Sehingga kami menghimbau agar para buruh untuk meningkatkan skillnya agar dipertahankan perusahaan,” jelasnya.


Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, Tri Andi Suprihartono tidak menampik hal tersebut, menurutnya beberapa perusahaan yang tutup dikarenakan kalah bersaing.


“Sebagian besar perusahaan di Gresik saat ini banyak mengalami persoalan internal dan external. Diantaranya, minimnya kompetensi pekerja serta melemahnya daya beli sebagai akibat dari kurang kompetitifnya produk sehingga kalah bersaing,” ungkapnya.


Selain itu, Apindo banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro pengusaha. Menurutnya, dalam menetapkan UMK selama ini suara pengusaha kurang begitu didengarkan. Belum lagi adanya tambahan iuran BPJS ditanggung perusahaan yang saat ini jumlahnya hampir mencapai 18 persen.


“Kami meminta pemerintah, khususnya yang didaerah harus lebih terbuka dalam melibatkan sektor swasta untuk mengambil kebijakan. Jika tidak para pengusaha bisa lari,” kata Andi. (fir/han)


 

Editor : Administrator