SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatatkan komoditas utama ekspor nonmigas Jawa Timur pada bulan April 2018 ialah perhiasan dan permata. Komoditas tersebut berkontribusi sebesar 16,60 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan bernilai transaksi sebesar USD 261,33 juta. Meski demikian, ekspor Jawa Timur pada bulan April 2018 mengalami penurunan sebesar 9,75 persen dibandingkan bulan Maret 2018, yakni dari USD 1,82 miliar menjadi USD 1,64 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik Teguh Pramono mengungkapkan, penurunan ekspor tersebut disebabkan karena terjadi penurunan nilai ekspor pada sektor migas dan nonmigas. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor komoditas nonmigas turun sebesar 6,65 persen, yakni dari USD 1,69 miliar menjadi USD 1,57 miliar.
Menurutnya, nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 96,02 persen dari total ekspor bulan ini. Teguh menjelaskan, jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang (HS) 2 digit, maka golongan Perhiasan dan Permata (HS 71) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur.
“Ekspor tersebut bernilai transaksi sebesar USD 261,33 juta. Nilai tersebut turun sebesar 10,21 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai USD 291,04 juta,” papar Teguh di Surabaya, Selasa (15/5).
Teguh menjelaskan, golongan komoditas tersebut paling banyak diekspor ke negara Jepang dengan nilai transaksi sebesar USD 125,81 juta. Menurutnya, kelompok negara ASEAN masih menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan April 2018.
Teguh menyebut, Malaysia menjadi negara utama dengan peranan sebesar 6,08 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar USD 95,75 juta. Diikuti Singapura dengan peranan sebesar 6,04 persen dengan nilai transaksi sebesar sebesar USD 95,04 juta, dan Thailand dengan peranan sebesar 3,06 persen.
“Ekspor nonmigas ke ASEAN mencapai 1.357,09 juta (21,38 persen), sementara ke Uni Eropa mencapai USD 556,59 juta (8,77 persen),” jelasnya.
Teguh menambahkan, golongan komoditas kayu menduduki peringkat kedua komoditas ekspor Jawa Timur. Barang dari Kayu (HS 44) menyumbang nilai ekspor sebesar USD 122,66 juta, atau turun sebesar 5,45 persen dibanding bulan sebelumnya. Kayu, Barang dari Kayu menyumbang 7,79 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur. Dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar USD 28,47 juta. Golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah Lemak dan Minyak Hewan dan Nabati (HS 15) dengan nilai ekspor sebesar USD 115,02 juta atau naik sebesar 12,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kelompok barang ini menyumbang 7,31 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya diekspor ke Tiongkok sebesar USD 38,72 juta,” imbuhnya. (cin/hen)
Editor : Administrator