PT Petrokimia Gresik (PG) menyatakan jika pabrik Amoniak-Urea (Amurea II) sudah mulai memproduksi amoniak dan pupuk urea.
Dirut PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto mengatakan, meskipun belum 100 persen, namun pabrik yang menelan anggaran Rp 5,5 triliun itu sudah mulai menghasilan amoniak.
“Untuk jumlah yang dihasilkan saya harus cek data. Namun sudah berproduksi,” ujar Nugroho disela-sela peresmian kantor pusat K3PG Gresik, kemarin.
Dijelaskan, untuk produksi urea ditargetkan dimulai akhir bulan Mei atau sekitar dua minggu lagi. Adapun kendala yang dihadapi PG saat ini, kata Nugroho, masih terdapat kebocoran di beberapa pipa.
“Untuk persoalan yang terjadi saat ini, saya pastikan semua terkait teknis saja. Kalau untuk pasokan air dan gas, semua tidak ada masalah,” jelasnya.
Lebih lanjut Nugroho menjelaskan, sebelum ada proyek pabrik Amurea II. Kebutuhan pupuk urea 1,2 juta ton sebagian besar didatangkan dari Pupuk Kaltim. Dari jumlah itu, PG hanya sanggup memasok 570 ribu ton pupuk urea. Itu pun, hanya untuk memasok 10 kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Nantinya dengan beroperasinya pabrik Amurea II, PG paling tidak bisa menekan cost transpotasi," ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik dan Pengembangan (Dirtekbang) PT Petrokimia Gresik, Arif Fauzan mengakui jika proyek pabrik Amurea II mundur dari yang ditargetkan. Hal ini dikarenakan saat itu PG belum mendapatkan kepastian pasokan gas.
“Molornya target itu, disebabkan gas harus siap terlebih dahulu. Karena, sebelumnya pabrik Amurea II, yang akan disuplai Lapangan MDH milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) baru bisa dilakukan pada kuartal II/2019. Sedangkan, untuk mengganti pasokan gas itu tidak mudah. Sehingga, baru diperoleh penggantinya dari Lapangan BD yang juga dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) pada akhir Februari 2018,” paparnya.(fir/han)
Editor : Administrator