Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Digandeng Kalog, IMC Kembangkan Angkutan Batu Bara

Administrator • Kamis, 26 April 2018 | 21:55 WIB
Digandeng Kalog, IMC Kembangkan Angkutan Batu Bara
Digandeng Kalog, IMC Kembangkan Angkutan Batu Bara

SURABAYA – Satu lagi karya anak bangsa yang mengukir prestasi. PT Inti Maju Cemerlang (IMC) di Sidoarjo dengan core business rancang bangun dan upgrade berbahan kontainer, berhasil mengembangkan angkutan batu bara berkonsep open side dump pesanan PT Kereta Api Logistics (Kalog).


Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu, menggandeng IMC dalam mengembangkan prototipe angkutan batu bara melalui kereta api, yang akan dioperasikan di Palembang, Sumatera Selatan. PT Bukit Asam Indonesia sebagai BUMN suplier batu bara, juga telah menggandeng PT Kalog sebagai perusahaan jasa pengangkut komoditi tersebut.


Ketua Tim Enginering PT Kalog Jakarta, Jektiono mengatakan, konsep open side dump, dinilai lebih efisien dan efektif dalam hal bongkar muat batu bara. Konsep itu pula, yang juga baru pertama kali dikembangkan di Indonesia. Berbahan kontainer 40 feet, konsep open side dump dirancang dengan bukaan pintu sisi samping kontainer, untuk mengeluarkan isi muatan batu bara.


Sementara di sisi dalam kontainer, lanjut dia, dibuat dengan didesain mengerucut. Sehingga isi muatan lebih mudah dan tuntas tercurah, begitu pintu samping dibuka. “Konsep inilah yang kami sebut benar-benar baru. Dan baru kali ini dikembangkan di Indonesia,” ujar Jektiono, di sela-sela peresmian prototipe kontainer itu, di workshop IMC, di kawasan Jemundo, Sidoarjo, Rabu (25/4).


Jektiono menyebut, selama ini, gerbong armada pengangkut batu bara yang ada, hanya berkonsep open front. Dengan konsep itu, proses pembongkaran batu bara hanya bisa dilakukan dengan cara dumping, seperti umumnya proses bongkar muatan dengan menggunakan dump truk.


Secara teknis, lanjut dia, produk yang dikembangkan Kalog melalui kerjasama dengan IMC, juga telah layak uji sertifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BAI). Secara umum, spesifikasi prototipe kontainer pengangkut batu bara itu; panjang luar 12,92 meter, lebar 2,438 meter, tinggi 2,591 meter, dan volume efektif 46,17 ton. “Secara teknis, volume efektif itu, masih ada speeling. Sebab ketentuan dari PT KAI, 45 ton,” kata Jektiono lagi.


Dari sisi waktu, pengerjaan prototipe itu memakan 21 hari. “Tetapi untuk proses selanjutnya, kami sanggup mengerjakan hanya dalam waktu dua hingga tiga hari. Karena patron teknisnya sudah ada,” lanjut Iwan Setiawan, Dirut PT IMC.


Berapa nilai investasi untuk mengembangkan prototipe itu, baik PT IMC maupun PT Kalog, berkeberatan membeberkan. “Yang jelas, ada rencana membuat produk itu secara massal. Produk ini pun, bakal menjadi embrio untuk kami kembangkan menjadi semi otomatis,” tukas Jektiono.(jpnn/hen)


Editor : Administrator