Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pelindo III Optimalkan Shore Connection Tekan Biaya Logistik

Administrator • Selasa, 10 April 2018 | 19:05 WIB
Pelindo III Optimalkan Shore Connection Tekan Biaya Logistik
Pelindo III Optimalkan Shore Connection Tekan Biaya Logistik

SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) menjalin kerjasama dengan lima perusahaan pelayaran swasta terkait shore connection. Pelindo III juga menggandeng anak usahanya PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) serta cucu usahanya PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) dalam kerjasama tersebut. CEO Pelindo III Ari Askhara mengatakan, shore connection merupakan inovasi terbaru untuk menurunkan biaya logistik nasional. Melalui shore connection, kapal yang bersandar di dermaga tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin tambahan (auxiliary engine) yang biayanya relatif lebih mahal.
“Shore connection menggunakan pasokan listrik dengan biaya cenderung lebih murah,” ujarnya usai penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pelindo III dengan PT Mentari Line, PT Tanto Intim Line, dan PT Pelayaran Tempuran Emas, Tbk, Senin (9/4).
Ari menjelaskan, biasanya, komponen biaya BBM dalam transportasi mencapai 40 persen. Melalui shore connection, menurutnya, biaya bisa dihemat hingga 30 persen. Penghematan tersebut cukup signifikan sehingga bisa dicontoh oleh pelabuhan yang lain. Selain itu, tarif flat yang dibanderol Rp 2.150 per KWh cukup kompetitif dibanding dengan harga BBM yang mencapai Rp 10 ribu per liter. Jika kebutuhannya mencapai 5 ton BBM, maka akumulasi biaya yang dikeluarkan pun akan lebih besar. Oleh karena itu, menurutnya, melalui shore connection, biaya dapat ditekan. “Ini juga lebih ramah lingkungan, menurunkan tingkat polusi udara,” kata dia.
Ari menambahkan, shore connection yang dioperasionalkan sejak 11 Maret tersebut sudah dimanfaatkan oleh PT Meratus Line dan PT SPIL.
General Manager Operations PT Meratus Line Rudy Supriadi mengatakan, ketika kapal bersandar di dermaga, maka mesin kapal dimatikan untuk diganti dengan pasokan listrik dari darat. Penggantian sumber energi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di atas kapal selama sandar. Menurutnya, langkah itu cukup efektif. Selain untuk penghematan BBM, juga ada cukup waktu perawatan kapal ketika listrik dimatikan.
 “Efisiensinya bisa 20-30 persen. Harapannya, titik-titik shore connection di Terminal BJTI bisa diperbanyak sesuai jumlah sandaran kapal,” terangnya.
Hal yang sama disampaikan Direktur Operasional PT SPIL Bambang Gunawan. Menurut dia, sudah ada lima kapal yang menggunakan fasilitas tersebut. Pihaknya cukup mengapresiasi. Sebab, dengan inovasi tersebut, penghematan sebagai perusahaan pelayaran bisa dilakukan.
 “Dari lima kapal, efisiensi bisa 30-40 persen. Yang pasti ini juga go green, pro lingkungan,” kata dia.
Selain itu, Pelindo III juga menjalin kerjasama dengan PT Khrisna Group. Kerjasama itu dilakukan terkait pengelolaan gudang logistik. Kemarin, Presiden Direktur dan CEO PT Khrisna Group Anak Agung Ngurah Mahendra hadir menandatangani memorandum of collaboration (MoC) tersebut. Untuk saat ini, area kerja pengelolaan pusat logistik berikat dan gudang logistik, dilakukan di Pelabuhan Benoa Bali. (cin/hen)

Editor : Administrator