SURABAYA – Pameran Indonesia Building Technology (Indobuildtech) Expo Surabaya dapat dikatakan sebagai ajang semi business to business (b to b) bagi pesertanya. Selain itu, peserta pameran juga dapat mencari mitra kerja dan menjalin kerja sama. Hal utama yang menjadi perhatian peserta ialah, pameran ini dapat dijadikan sebagai wadah promosi bagi mereka.
Direktur Utama PT Debindo Mitra Tama Dadan Kushendarman mengatakan, sebagai penyelenggara Indobuildtech Expo Surabaya pameran ini merupakan wadah promosi bagi para peserta. Menurutnya, peserta yang tidak ingin brand-nya hilang, dapat tetap eksis berpromosi produk terbarunya kepada pengunjung yang menjadi target potensialnya.
“Pengunjung potensial tersebut diharapkan nantinya akan tertarik untuk membeli produk teknologi, material bangunan maupun furnitur yang ditawarkan di pameran,” kata Dadan ditemui Radar Surabaya di sela-sela pameran, Kamis (29/3).
Di tempat yang sama, A Basuki, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur menambahkan, Pemprov Jatim juga akan membantu industri kecil dan menengah (IKM) untuk turut berpromosi baik di tingkat regional, nasional, dan internasional. Selain itu, pemerintah juga akan membantu IKM dari sisi legalisasi dan standarisasi produk-produk IKM secara gratis.
“Dengan begitu diharapkan, setiap tahun atau setiap triwulan nilai ekspornya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Jatim, sehingga nilainya akan lebih tinggi dari nasional,” kata Basuki.
Aa' Darusman, salah satu peserta pameran yang berasal dari Probolinggo, mengaku sangat terbantu dengan diselenggarakannya pameran ini. Pemilik salah satu IKM mebel binaan Pemprov Jatim ini berharap untuk dibantu fasilitas berpromosi, karena targetnya mengikuti pameran ini adalah untuk mendapatkan order. Menurutnya, hal lain-lain dapat diusaha secara mandiri.
“Saat ini omzet turun. Dengan mengikuti pameran ini saya berniat untuk menguasai pasar lokal Indonesia saja,” kata Darusman. (cin/hen)
Editor : Administrator