JAKARTA-Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu diyakini akan jadi pendorong industri pelayaran nasional.
Salah satu aturan yang tertuang dalam Permendag No 82 Tahun 2017 yang akan berlaku pada April 2018 mendatang, antara lain kewajiban menggunakan kapal yang dikuasai oleh pelayaran nasional ini memberikan semacam energi tambahan untuk pelayaran nasional.
“Selama ini untuk pelaksanaan ekspor dan impor barang tertentu, dilakukan oleh pelayaran asing, yang sama sekali tidak membayar pajak. Dengan adanya kebijakan ini mencipatkan persaingan yang adil,” kata Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto di Jakarta, Selasa (30/1).
Karena Permendag ini memberikan energi baru bagi perusahaan pelayaran nasional, dipastikan Tahun 2018 ini diprediksi menjadi tahun yang lebih baik bagi industri pelayaran nasional.
Johnson yang juga pengusaha galangan kapal PT Mariana Bahagia, Palembang mengakui, Permendag 82 Tahun 2017 sangat signifikan dalam mendorong gairah pelayaran nasional.
Karena penggunaan angkutan laut dan asuransi nasional untuk ekspor dan Impor barang tertentu mewajibkan untuk kapal yg dikuasai oleh pelayaran niaga nasional, padahal selama ini dikuasai dan di dominasi asing dengan pangsa pasar angkutan laut expor n impor sebesar kurang lebih 600 juta ton per tahun, maka dengan adanya peraturan ini diperkirakan sekitar 320 juta ton akan kembali ke nasional, dan penerimaan negara melalui pajak bisa bertambah. ‘’Karena selama ini pelayaran asing sama sekali tidak membayar pajak,” jelas Johnson.
Terkain akan pelaksanaan Permendag No 82/2017, pihaknya telah memberikan masukan kepada pemerintah. “Yang kami usulkan salah satunya yaitu soal pajak, perlunya revisi dan modifikasi agar peraturan sukses dilaksanakan. Jika tidak ada perbaikan maka sulit akan dilaksanakan,” kata Johnson.
Selain rasa optimisme dengan diberlakukannya Permendag 82 Tahun 2018, sekitar 100 kapal pesanan Kementerian Perhubungan pada perusahaan galangan kapal akan diserahkan pada bulan April, “Kapal yang dipesan Kemenhub sejak dua tahun lalu akan menjadi angkutan perintis yang akan memberikan multiplayer efek,’’ ujarnya.
Pertama, ini akan menjai berkah bagi industri galangan kapal nasional juga akan sering mendapatkan pesanan untuk perawatan dan perbaikan. Keduanya, perusahaan pelayaran nasional juga akan mendapatkan berkah, yakni bisa ditunjuk menjadi operator pelayaran perintis. ‘’Dan yang lebih penting lagi adalah, masyarakat terpencil dan terluar akan merasakan kelancaran angkutan di perbatasan dan daerah terluar Indonesia.” Tegas Johnson.
Selaku Ketua Umum INSA Johnson menegaskan, bahwa INSA akan terus aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiata berskala nasional maupun maupun intenasional diberbagai negara, seperti Taiwan, Jepang, dan Hongkong.
INSA akan hadir dalam rapat terkait berbagai isu dan agenda yang ada kaitannya dengan asuransi, pelaut, shiprecycling, navigasi, ekonomi kelautan, juga beberapa kegiatan yang harus dilakukan terkait isu-isu pelayaran di asia tenggara dan Asia. (jpnn/hen)
Editor : Administrator