Bisnis F&B Optimistis Tumbuh 20 Persen

Administrator • Dipublikasikan Sabtu, 20 Januari 2018 | 22:54 WIB
Bisnis F&B Optimistis Tumbuh 20 Persen
Bisnis F&B Optimistis Tumbuh 20 Persen

SURABAYA - Di tengah lesunya ekonomi, industri food and beverage (F&B ) diharapkan masih akan tetap tumbuh minimal 20 persen tahun ini. Karena F&B kini telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern (zaman now).
Ketua Apkrindo Jatim Tjahyono Haryono mengatakan, industri F&B merupakan salah satu bisnis yang sustainable dan tahan terhadap berbagai situasi. Karena itu, meskipun industri sektor lain banyak yang menurun, F&B tetap tumbuh.
“Memang, dalam periode tertentu ada F&B yang tutup. Namun yang buka baru jumlahnya tetap lebih banyak,” kata Tjahyono di Surabaya, Jumat (19/1).
Dia tetap optimistis tahun ini F&B akan tumbuh minimal 20 persen. Pasalnya, kini banyak pengusaha muda dan start-up yang mengembangkan usahanya di bidang kuliner, baik memakai brand sendiri maupun lewat franchise.
“Mal juga terjadi pergeseran. Dulu bertumpu pada retail dengan menyediakan space yang besar. Sekarang F&B yang menjadi daya tarik utama,” tambahnya.
Andre Soenjoto, direktur utama Manara Group mengatakan, persaingan F&B memang cukup ketat. Karena itu dituntut kreativitas yang tinggi. Sebab sekarang orang mau ke café atau resto tidak sekedar makan dan minum, namun ada sesuatu yang berbeda dan bisa dinikmati.
Dia bersama sejumlah owner F&B di Surabaya patungan mendirikan Manara Group untuk menghadirkan konsep café & resto yang berbeda. Rencananya hingga dua tahun kedepan ada sembilan F&B yang akan dioperasikan di Surabaya dengan total investasi Rp 15 miliar.
Saat ini Manara Group mulai mengembangkan Captain Hood dengan investasi Rp 1,5 miliar. Setelah itu disusul project F&B lainnya di Surabaya dan kota besar lainnya. Pihaknya juga menggandeng masyarakat ikut memiliki F&B yang dikembangkan dengan membeli saham.
“Setiap lot Rp 1,8 juta dengan maksimal membeli 100 lot. Kami juga akan berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dengan menghadirkan F&B local food,” kata Andre.
Kresnayana Yahya, pakar ekonmomi dan statistika Surabaya, menambahkan industri F&B harus bisa mengikuti perubahan zaman agar tetap survive. Selain taste yang banyak disuka juga ada keunikan. “Harus Inovatif dan bisa mengikuti perubahan,” kata Kresnayana. (fix/hen)

Editor : Administrator